Suku Baduy Minta Perlindungan Masyarakat Adat

Suku Baduy meminta pemerintah memberi perlindungan kepada mereka dengan menerapkan undang-undang masyarakat adat ataupun desa adat.

oleh Yandhi DeslatamaDiterbitkan 05 Mei 2025, 04:00 WIB
Suku Baduy dan Gubernur Banten di Seba Baduy 2025. (Sabtu, 03/05/2025). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com).

Liputan6.com, Serang - Suku Baduy meminta pemerintah memberi perlindungan kepada mereka dengan menerapkan undang-undang masyarakat adat ataupun desa adat. Selain mampu melindungi, juga melestarikan alam sebagai tempat hidup.

Dengan penerapan undang-undang masyarakat adat, keberadaan masyarakat Baduy dapat terlindungi dan lestari, tidak terhimpit oleh perusakan alam.

Pelestarian alam di Ujung Kulon juga harus dijaga, karena menjadi jantung hutan di Banten serta lokasi hidupnya badak bercula satu. 

Pelestarian alam dan hutan yang ada di Banten juga minta dijaga, seperti berada di Pulomanuk, Gunung Honje hingga Gunung Pulosari.

"Kami hoyong (kepingin) diakui, dilindungi, hoyong dikhususkan RUU desa adat, perda adat, maupun tingkat Lebak, tingkat provinsi, tingkah nasional. Kami hoyong dipercepatna (dipercepat)," ujar Jaro Oom yang menjabat Jaro Pamarentahan Baduy, Sabtu, (03/05/2025).

Masyarakat Kanekes juga berharap disediakan obat anti bisa di sekitar desa nya, sehingga ketika ada Suku Baduy yang digigit ular, segera bisa di tolong dan selamat.

"Khususnya mah masyarakat Baduy bersentuhan dengan medis, kami hoyong (ingin) difasilitasi kesehatanana, dina (dari) masalah khususna mah, bisi (kalau) kami kacocok (kegigit) ular," terangnya.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Janji Andra Soni ke Masyarakat Baduy

Ribuan Suku Baduy di Acara Adat Seba Baduy. (Sabtu, 03/05/2025). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com).

Andra Soni, selaku Gubernur Banten yang disebut Bapak Gede oleh masyarakat Baduy, berjanji akan melestarikan alam di wilayahnya. 

Dirinya pun langsung memerintahkan ke dinas kesehatan untuk menyediakan abat anti bisa ular di sekitar desa adat Suku Baduy, agar mereka bisa cepat di obati.

"Untuk obat anti bisa ular, untuk disediakan di sekitar desa, di puskesmas terdekat," ujar Gubernur Banten, Andra Soni, Sabtu, (03/05/2025).

Seba Baduy 2025 sendiri masuk kedalam Seba Gede, diikuti oleh 1.769 masyarakat Kanekes. Dimana, 69 nya merupakan masyarakat Baduy Dalam yang mengenakan pakaian serba putih dan berjalan kaki dari Leuwidamar, Kabupaten Lebak, menuju Pendopo Lama Gubernur Banten di Kota Serang.

Andra Soni menerima laksa dari masyarakat adat Baduy. Laksa merupakan intisari padi hasil panen seluruh warga Baduy yang disatukan dan dikeringkan. Laksa adalah simbol utuhnya keluarga Baduy.

"Kita jadikan ini bukan sebagai tontonan tetapi sebagai tuntunan. Mereka datang membawa pesan tentang alam, harmoni dengan alam dan mereka membawa pesan tentang bagaimana kita bisa terus menjadi saudara, menjaga persatuan dan kesatuan," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya