Liputan6.com, Jakarta - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk atau disebut ANJ (ANJT) mencetak kinerja positif sepanjang kuartal I 2025 seiring pemulihan setelah menghadapi tantangan operasional di tengah dinamika pasar Crude Palm Oil (CPO) global. Ini ditunjukkan dari pertumbuhan pendapatan dan mencetak laba pada Januari-Maret 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (1/5/2025), PT Austindo Nusantara Jaya Tbk mencatat pendapatan naik 29,58% menjadi USD 63,38 juta hingga kuartal I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 48,91 juta.
Advertisement
Adapun pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh volume penjualan dan harga jual rata-rata CPO dan Palm Kernel (PK) yang lebih tinggi.
Berdasarkan segmen bisnis, kelapa sawit menjadi kontributor utama dengan USD 61,7 juta atau 97,4% dari total pendapatan konsolidasi.
Segmen sayuran juga menunjukkan kinerja yang solid dengan peningkatan pendapatan sebesar 55,3% dari USD 0,7 juta menjadi USD 1,1 juta, yang didorong oleh peningkatan volume penjualan dan ASP edamame beku, segar, dan mukimame (edamame kupas).
Selain itu, segmen sagu menyumbang USD 0,4 juta terhadap pendapatan konsolidasi, meningkat 21,9% dari USD 0,3 juta pada periode yang sama tahun lalu, terutama karena volume penjualan yang lebih tinggi.
Seiring pertumbuhan pendapatan itu, Perseroan membukan laba periode berjalan diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 5,08 juta pada kuartal I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya rugi USD 3,10 juta. EBITDA Perseroan naik 104,8% menjadi USD 18,5 juta.
Direktur Keuangan ANJ, Nopri Pitoy menuturkan, peningkatan laba bersih ini mencerminkan ketangguhan model bisnis perusahaan dalam memanfaatkan momentum pasar melalui strategi harga yang adaptif dan pengelolaan biaya yang efisien.
“Peningkatan laba bersih terutama didorong oleh volume penjualan dan harga jual produk minyak sawit yang lebih tinggi, penurunan biaya pemeliharaan di perkebunan yang sudah menghasilkan, serta penurunan biaya pengolahan di pabrik minyak sawit kami,” kata Nopri.
Kinerja Produksi
Hingga akhir Maret 2025, ANJ memproduksi 187.471 metrik ton (mt) Tandan Buah Segar (TBS), meningkat 8,2% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 173.226 mt.
Peningkatan produksi TBS ini sejalan dengan peningkatan hasil TBS per ha sebesar 10,8%, dari 4 mt per ha pada Kuartal I 2024 menjadi 4,4 mt per ha pada Kuartal I 2025.
Selain itu, pembelian TBS dari petani swadaya juga meningkat 7,9% menjadi 109.256 mt dibandingkan 101.503 mt pada periode sama tahun lalu, yang mencerminkan peningkatan pasokan dari petani mitra.
Secara keseluruhan, ANJ berhasil mengolah sebesar 295.188 mt TBS dan menghasilkan 60.764 mt Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO), meningkat 7,4% dibandingkan dengan produksi CPO pada periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar 56.601 mt.
Nopri Pitoy menuturkan, peningkatan kinerja pada Kuartal I 2025 didukung oleh berbagai program peningkatan yang diimplementasikan oleh perusahaan sejak tahun lalu, termasuk penyesuaian dosis pupuk, yang mulai membuahkan hasil positif. Beliau juga menambahkan optimisme perusahaan terhadap peningkatan produksi yang lebih tinggi lagi pada tahun ini, didukung oleh kondisi cuaca yang baik.
Sejalan dengan peningkatan produksi, ANJ berhasil menjual 60.057 mt CPO pada Kuartal I 2025, meningkat 7,5% dari 55.857 mt pada periode yang sama tahun lalu. Harga jual rata-rata (ASP) CPO juga mengalami peningkatan menjadi USD 881 per mt, lebih tinggi 16,4% dibandingkan USD 757 per mt pada periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun harga komoditas sempat terpengaruh oleh ketegangan perdagangan AS-China.
Perubahan Kepemilikan Saham
Mengacu kepada keterbukaan informasi yang disampaikan pada 14 April 2025, 91,17% kepemilikan saham ANJ yang dimiliki oleh PT Austindo Kencana Jaya, PT Memimpin Dengan Nurani, Sjakon George Tahija dan George Santosa Tahija (Pihak Penjual) sedang dalam proses akuisisi oleh First Resources Limited (Pihak Pembeli).
Proses akuisisi masih berlangsung hingga kedua belah pihak memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Finalisasi proses akuisisi akan diumumkan secara resmi setelah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 7 Mei 2025.