Kari Ayam Malaysia Jadi Stew Terlezat di Dunia Menurut TasteAtlas, Rendang dan Gulai Indonesia Masuk 10 Besar

Rendang dan gulai masing-masing ada di peringkat ke-6 dan ke-10 dalam daftar stew terlezat di dunia menurut TasteAtlas.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 29 April 2025, 04:00 WIB
Resep kari ayam merah khas Malaysia. (dok. Cookpad @tommy1103)

Liputan6.com, Jakarta - Negara-negara Asia mendominasi 10 besar stew terlezat di dunia versi TasteAtlas. Di antaranya, ada dua kuliner Indonesia yang bertengger di peringkat ke-6 dan ke-10: rendang dan gulai.

Sementara itu, melansir laman TasteAtlas, Senin, 28 April 2025, kari ayam Malaysia kampiun di posisi pertama dengan skor 4,7 dari 5. Hidangan itu dijelaskan terbuat dari potongan ayam, bawang bombai, bawang putih, jahe, tomat, santan, dan rempah-rempah, seperti adas manis, kayu manis, daun kari, daun pandan, serai, cabai, jinten, dan kunyit.

"Di Malaysia, kari ayam secara tradisional disiapkan dalam pot tanah liat, karena tidak bereaksi terhadap rempah-rempah dan memungkinkan kari matang dengan sarinya sendiri. Sebelum disajikan bersama nasi, hidangan ini dapat ditaburi perasan jeruk nipis dan diberi taburan daun ketumbar segar," bunyi deksripsi sajian tersebut.

Menyusul di peringkat ke-2 adalah kari phanaeng dari Thailand, dengan skor 4,6 dari 5. TasteAtlas menulis, "Kari phanaeng adalah salah satu jenis kari Thailand yang memiliki tekstur kental dan rasa kacang asin-manis. Kari ini terdiri dari daging yang direbus dengan santan, pasta kari panang, daun jeruk nipis, saus ikan, dan gula aren."

Daging yang digunakan dalam kari phanaeng biasanya adalah daging sapi, ayam, bebek, atau babi, dan hidangan ini secara tradisional tidak memakai sayuran apapun. Nama hidangan ini berasal dari kata "panang," yang berarti "salib," yang merujuk pada cara kuno menyiapkan ayam dengan kaki disilangkan dan diletakkan dalam posisi tegak.

Kari Thailand sampai Armenia

Ilustrasi kari phanaeng dari Thailand. (dok. Instagram @seefah_hillroad/https://www.instagram.com/p/CRD9ToZFXxJ/)

Meski asal usul kari phanaeng agak tidak jelas, sajian ini sering dikaitkan dengan negara bagian Penang di Malaysia, tapi hanya ada sedikit bukti yang mendukung klaim ini. Namun, resep paling awal ditemukan dalam buku "Maawm Sohm Jeen, Tam Raa Gap Khao," yang berasal dari tahun 1890.

Menggenapi tiga besar, ada dzhash dari Armenia, satu-satunya negara di luar Asia yang masuk lima besar. "Secara tradisional dimasak dalam tonir, oven tanah liat bawah tanah yang terpasang," tulis TasteAtlas. "Dzhash adalah semur berbahan dasar tomat yang dapat dibuat dengan daging atau kacang-kacangan, tapi selalu menyertakan sayuran."

Ada banyak versi semur ini, beberapa di antaranya bahkan populer di negara tetangga Turki, seperti hidangan khas dari Gaziantep, yang dibuat dengan daging, labu musim panas, daun mint, dan air jeruk lemon. Kemudian, ada semur pernikahan yang disiapkan di Marash, yang terdiri dari daging, labu, dan buncis sebagai bahan utama.

Butter Chicken sampai Kare Jepang

Resep membuat Butter Chicken with Tumeric Rice. (dok.Instagram @officialyummy98/https://www.instagram.com/p/ByPJFfCHy8D/)

Butter chicken dari India berada di posisi ke-4. Hidangan ini berasal dari Delhi pada tahun 1950-an, ketika seorang pria bernama Kundan Lal Gujral membuka restorannya yang bernama Moti Mahal.

Para juru masak restoran mencampur sisa bumbu marinasi dengan tomat dan mentega, lalu merebus ayam yang dimasak dengan tandoor di dalamnya, tanpa menyadari bahwa mereka secara tidak sengaja menemukan salah satu hidangan yang paling disukai dan akan jadi makanan lezat internasional di masa depan.

Kare Jepang menyusul di peringkat ke-5. TasteAtlas menulis, "Kari mulai populer di Jepang selama periode Meiji (1868-1912), ketika Inggris memperkenalkannya ke negara ini. Pada tahun-tahun awalnya, karē dengan nasi merupakan hidangan mahal dan lezat yang hanya diperuntukkan bagi orang kaya."

Dibandingkan dengan kari India, karē tidak terlalu pedas, lebih manis, lebih gelap, dan biasanya lebih kental, yang disebabkan penambahan tepung atau roux. Ada tiga versi utama karē di Jepang: karē raisu (kari di atas nasi), karē udon (kari di atas mi), dan karē -pan (kue kering berisi kari).

10 Stew Terlezat di Dunia

ilustrasi resep rendang/pexels

Di peringkat ke-6, barulah ada rendang Indonesia. "Hidangan asal Sumatra Barat ini terkenal dengan rasa pedasnya dan proses memasaknya yang lama. Rendang sering dibandingkan dengan kari India karena konsistensi dan cita rasanya yang unik," tulis TasteAtlas.

Teori tentang asal usul rendang mengklaim bahwa penggunaan rempah-rempah yang banyak dan waktu memasak yang lama dimanfaatkan untuk mengawetkan daging di iklim panas dan tropis Indonesia. Sebagian besar pedagang Minangkabau melakukan perjalanan jauh dan membutuhkan makanan yang dapat tetap segar selama berminggu-minggu.

Namun, bagi mereka, hidangan ini memiliki makna yang lebih simbolis, karena empat bahan utama yang digunakan dalam rendang mewakili masyarakat Minangkabau: daging melambangkan pemimpin, kelapa adalah simbol kaum intelektual, cabai melambangkan kepemimpinan agama, dan rempah-rempah melambangkan masyarakat lainnya.

Makanan Indonesia lainnya adalah gulai di peringkat ke-10. "Gulai adalah hidangan pedas khas Indonesia yang menyerupai semur atau sup kental. Karena tampilan dan rasanya, gulai sering dijuluki sebagai kari Indonesia. Berbagai jenis daging dapat jadi bahan utama gulai, begitu pula jeroan, makanan laut, atau sayuran."

Berikut Top 10 stew terlezat dunia menurut TasteAtlas:

  1. Kari ayam, Malaysia.
  2. Kari phanaeng, Thailand.
  3. Dzhash, Armenia.
  4. Butter chicken, India.
  5. Kare, Jepang.
  6. Rendang, Indonesia.
  7. Kari massaman, Thailand.
  8. Keema, India.
  9. Hünkar beğendi, Turkiye.
  10. Gulai, Indonesia.

 

Infografis Ragam Festival Kuliner Nusantara. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya