Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Ikatan Relawan Merah Putih Prabowo se-Indonesia, Indria Febriansyah, angkat bicara soal usulan menjadikan sekolah taman siswa sebagai Sekolah Rakyat. Menurut dia, pemanfaatan sekolah Tamansiswa yang sudah ada jauh lebih bijak dibandingkan menghamburkan uang untuk membangun sekolah baru.
"Dengan begini, program mencerdaskan kehidupan bangsa bisa langsung dieksekusi. Anak-anak miskin bisa segera disekolahkan, tinggal bagaimana pengawasan dilakukan secara efektif dan indikator penilaian dijalankan secara transparan," kata Indria dalam keterangan diterima, Senin (28/4/2025).
Advertisement
Indria berharap, momentum bagi seluruh pemimpin Taman Siswa untuk kembali kepada ruh perjuangan Ki Hadjar Dewantara: mendidik bangsa, memperjuangkan rakyat kecil, dan memperluas akses pendidikan berkualitas tanpa memandang status sosial.
"Kita tidak boleh membiarkan Tamansiswa menjadi sekadar monumen sejarah. Tamansiswa harus menjadi kekuatan nyata dalam membangun bangsa," harapnya menandasi.
Mensos Kaji Usulan
Sebelumnya diberitakan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan tim Sekolah Rakyat masih terus mengkaji usulan daerah termasuk usulan penggunaan Taman Siswa untuk Sekolah Rakyat. Pernyataan Gus Ipul ini disampaikan usai bertemu dengan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang mengusulkan Taman Siswa sebagai lokasi Sekolah Rakyat.
“Semua usulan dari daerah nanti akan dicek dulu oleh tim termasuk juga akan dicek oleh teman-teman dari Kementerian PU. Nanti akan dilihat dan dimusyawarahkan,” kata Gus Ipul seperti dikutip dari siaran pers resmi Kementerian Sosial, Jumat (25/4/2025).
Gus Ipul mengatakan pada tahun 2025 Sekolah Rakyat akan mulai berjalan. Sekolah ini akan dilengkapi asrama guru dan siswa, lapangan bola, hingga teknologi canggih.
"Nanti enggak pakai papan tulis manual, papan tulisnya semua digital," jelas dia.
Lebih lanjut, untuk penerimaan siswa, ia mengatakan semua anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem bisa bergabung di Sekolah Rakyat.
Ia menjelaskan alasan Sekolah Rakyat berkonsep asrama agar lingkungan bagi anak-anak lebih kondusif. Matrikulasi dan orientasi anak-anak tersebut akan diperkuat dan diperpanjang. Ia menyebutkan tiap Sekolah Rakyat akan ada 1.000 siswa mulai dari jenjang SD hingga SMA. Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat bertemu Gus Ipul memang sempat mengusulkan agar sekolah Taman Siswa dapat difungsikan sebagai Sekolah Rakyat. Ia memastikan sarana dan prasarana Taman Siswa siap digunakan bila memang akan dijadikan Sekolah Rakyat.
"Kalau di Yogyakarta itu, salah satu sekolah yang muridnya hampir habis itu Taman Siswa, tapi kan Taman Siswa itu Sekolah Rakyat juga sejarahnya," dia menutup.