Punya 15 Pacar, Pria Ini Dapat Ratusan Juta Tiap Bulan

Takuya Ikoma, 31 tahun, sukses jadi 'kept man' dengan penghasilan fantastis hingga ratusan juta per bulan hanya dengan menemani wanita kaya.

oleh Woro Anjar VeriantyDiterbitkan 28 April 2025, 09:20 WIB
Ilustrasi poligami | Via: plus.google.com

Liputan6.com, Jakarta Dalam dunia yang serba digital ini, kisah-kisah unik tentang gaya hidup tidak konvensional semakin mudah terekspos ke publik. Salah satu kisah yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat adalah tentang seorang pria yang mengaku memiliki 15 pacar sekaligus. Bukan hanya jumlahnya yang mengejutkan, tetapi juga fakta bahwa ia mendapatkan penghasilan fantastis dari hubungan-hubungan tersebut.

Memiliki 15 pacar bukanlah hal yang mudah, apalagi jika semua pacar tersebut merupakan wanita-wanita kaya yang memiliki ekspektasi tinggi. Gaya hidup yang tampak glamor ini ternyata menyimpan banyak cerita menarik di baliknya, mulai dari rutinitas harian hingga strategi mengelola hubungan dengan berbagai karakter wanita. Pria ini mengungkapkan bahwa memiliki 15 pacar bukan sekadar tentang kesenangan, tetapi juga tentang pekerjaan yang menuntut dedikasi tinggi.

Berikut kisah lengkapnya, yang telah Liputan6.com langsir dan SCMP, pada Senin (28/4).

Sosok Takuya Ikoma

Photo: Weixin

Takuya Ikoma, pria berusia 31 tahun asal Jepang, telah menjadi viral setelah membagikan pengalaman pribadinya sebagai "pria simpanan" di kanal YouTube miliknya yang memiliki sekitar 3.000 pengikut. Dalam videonya, ia secara terbuka berbicara tentang kehidupannya yang didukung secara finansial oleh para wanita kaya, dengan jumlah maksimal mencapai 15 orang pada masa kejayaannya.

Ikoma mengungkapkan bahwa menjadi pria simpanan tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. "Semua orang berpikir menjadi 'pria simpanan' berarti memiliki uang dan waktu luang, tetapi mengelola 15 wanita kaya sekaligus bisa menyenangkan, namun juga sangat melelahkan," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pekerjaannya membutuhkan persiapan yang cermat, termasuk merias wajah, menata rambut, dan memilih pakaian yang tepat sebelum bertemu dengan kliennya.

Di rumah para kliennya, Ikoma melakukan berbagai aktivitas mulai dari makan dan minum bersama, bercakap-cakap, memberikan dukungan emosional, hingga berperan sebagai "pengurus rumah tangga". Tugasnya mencakup mengepel lantai, mencuci piring, membersihkan kamar mandi—termasuk menyikat toilet—dan bahkan membersihkan kotoran anjing peliharaan mereka.

Yang mengejutkan, untuk tiga jam jasa rumah tangga saja, Ikoma mendapatkan bayaran sebesar 160.000 Yen (sekitar Rp 16 juta). Dalam wawancara dengan Abema TV pada tahun 2019, ia mengungkapkan bahwa pada masa kejayaannya, ia menghasilkan hingga 1 juta Yen (sekitar Rp 100 juta) per bulan sambil melayani 15 wanita kaya, dengan hanya bekerja delapan hari dalam sebulan.

Perspektif Para Klien

Hubungan antara Ikoma dan para kliennya lebih bersifat transaksional daripada emosional. Salah satu kliennya yang berusia 20-an memberikan komentar yang menarik tentang alasannya menggunakan jasa Ikoma. "Bagi saya, ini hanya masalah biaya dan manfaat. Saya merasa kencan terlalu melelahkan. Dia sangat ramah, dan selama saya membayar jasanya, dia memberikan dukungan emosional kepada saya. Saya tidak perlu berinvestasi secara emosional; saya hanya menghabiskan uang untuk menikmati diri saya sendiri," ujarnya.

Pernyataan ini menggambarkan fenomena yang semakin umum di Jepang, di mana banyak individu mencari bentuk hubungan yang tidak menuntut komitmen emosional. Bagi wanita-wanita kaya yang sibuk dengan karir mereka, memiliki seseorang seperti Ikoma adalah solusi praktis untuk mendapatkan dukungan emosional dan bantuan rumah tangga tanpa harus menjalani hubungan konvensional yang dianggap menyita waktu dan energi.

Seiring meningkatnya permintaan akan jasanya, Ikoma mulai lebih selektif dalam memilih klien, memprioritaskan mereka berdasarkan penampilan fisik. Dalam satu kasus, seorang wanita kaya menawarkan 1 juta yen per bulan untuk jasa eksklusif, tetapi ia menolak, menekankan bahwa ia perlu tetap tersedia untuk semua kliennya.

Ini menunjukkan bahwa meskipun hubungan tersebut bersifat transaksional, Ikoma masih memiliki prinsip dan batasan tersendiri. Ia tidak semata-mata mengejar uang tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan pribadinya dalam berinteraksi dengan para klien.

 

Perjalanan Karir yang Tidak Biasa

Photo: Weixin

Perjalanan Ikoma sebagai pria simpanan dimulai pada usia 18 tahun ketika ia menemukan kemampuannya untuk memikat wanita-wanita kaya yang lebih tua. Para wanita ini memperlakukannya dengan mewah dan memberikan uang tambahan untuknya saat menemani mereka berbelanja atau makan di luar. Penemuan akan "bakat" ini yang kemudian mendorongnya untuk mengejar karir penuh waktu sebagai "pria simpanan".

Namun, selama pandemi Covid-19, jumlah kliennya berkurang dari 15 menjadi hanya tujuh orang. Penurunan ini berdampak signifikan pada penghasilannya dan memaksa Ikoma untuk memikirkan strategi baru demi keberlanjutan finansialnya. Adaptasi inilah yang menunjukkan bahwa di balik gaya hidup yang tampak glamor, Ikoma juga menghadapi tantangan bisnis riil seperti halnya profesional lainnya.

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, ia meluncurkan kanal YouTube untuk berbagi wawasan dan narasi pribadi tentang gaya hidup "pria simpanan". Lebih jauh lagi, ia bahkan berencana untuk memperkenalkan "Kursus Pelatihan Pria Simpanan" untuk membagikan keahliannya kepada para pria muda yang bercita-cita menjalani profesi serupa. Ini menunjukkan jiwa kewirausahaan Ikoma yang berusaha mendiversifikasi sumber penghasilannya.

Meskipun menghadapi kontroversi, Ikoma dengan bangga membela karirnya yang tidak konvensional: "Saya tidak akan pernah bisa memegang pekerjaan tradisional; itu tidak mungkin bagi saya. Wanita kaya semuanya berbakat dan cantik, dan suara mereka mempesona. Saya sangat senang didukung oleh mereka. Bagi saya, memberikan kebahagiaan kepada wanita kaya adalah usaha yang paling memuaskan! Hidup dari wanita kaya – inilah karir yang saya cita-citakan!"

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya