Peringatan Hari Buruh 2025 Digelar di Monas, Bakal Ada 200 Ribu Massa yang Hadir Sejak Pagi

Peringatan Hari Buruh atau dikenal May Day akan diadakan di Lapangan Monas, pada Kamis, 1 Mei 2025.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 27 April 2025, 20:30 WIB
Buruh dari berbagai aliansi menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day di Jakarta, Sabtu (1/5/2021). Dalam aksinya mereka meminta pemerintah untuk mencabut Omnibus Law dan memberlakukan upah minimum sektoral (UMSK) 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Peringatan Hari Buruh atau dikenal May Day akan diadakan di Lapangan Monas, pada Kamis, 1 Mei 2025.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Presiden Konfederasi Buruh Dunia, Akiko Gono dijadwalkan akan memberikan sambutan.

Hal itu diungkap oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Presiden ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC), Andi Gani Nena Wea.

Dia menerangkan, acara dimulai pada pukul 08:00 WIB. Diperkirakan ada 200 ribu massa buruh yang akan hadir.

"Massa buruh akan mulai memasuki kawasan Monas jam 8 pagi. Massa Buruh berasal dari Jabotabek, Jabar, Jateng dan Jatim juga perwakilan dari seluruh Indonesia. Hadir juga Perwakilan Buruh Migran dari Hongkong," kata Andi Gani saat dihubungi, Minggu (27/4/2025).

Andi Gani menerangkan, perayaan May Day diisi oleh Pidato dari Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, Presiden Konfederasi Buruh Dunia Ibu Akiko Gono, Presiden KSPSI & President Asean Trade Union Council ( Asean TUC ) Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPI Said Iqbal, Presiden KSPSI Pembaruan Jumhur Hidayat dan Presiden KSBSI Ely Rosita Silaban.

Menurut dia, perayaan May Day kali ini pun dirasa begitu istimewa. "May Day 2025 sangat istimewa untuk Buruh Indonesia karena setelah 60 tahun baru kali ini Presiden RI hadir langsung," ucap dia.

 

Memuji Kebijakan Prabowo untuk Buruh

Dalam kesempatan itu, Andi Gani memuji pelbagai kebijakan Presiden Prabowo yang dinilai berpihak pada kaum buruh.

"Buruh Indonesia sangat mengapresiasi Langkah Presiden Prabowo Subianto membentuk Satgas PHK yang terdiri dari Unsur Pemerintah, Unsur Buruh, Unsur Pengusaha dan Unsur Akademisi," ujar dia.

Apresiasi juga ditujukan kepada Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo.

"Kami juga sangat mengapresiasi Kebijakan Kapolri membentuk Desk Pidana Ketenagakerjaan untuk membantu menyelesaikan masalah Perburuhan dan Sudah dilakukan pelatihan untuk 2000 penyidik Mengenai Masalah Pidana Ketenagakerjaan," ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya