Rindu Masa Kecil Mandi di Sungai, Yuk ke Tukad Bindu Saja

Mau liburan ala jadul mandi di sungai dengan air sungai yang bebas dari sampah, coba singgah di Tukad Bindu Denpasar, Bali.

oleh Dewi DiviantaDiterbitkan 28 April 2025, 07:00 WIB
Tukad Bindu Protret suksesnya Penerapan Mindset Soal Sampah (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Liputan6.com, Denpasar - Di tengah Kota Denpasar tidak jauh dari pusat Pemerintahan Provinsi Bali, terdapat tempat wisata ramah lingkungan nan murah. Nama tempat wisata tersebut yaitu Tukad Bindu, dalam bahasa Indonesia Tukad artinya sungai.

Tukad Bindu mulai dikelola menjadi destinasi wisata lingkungan sejak 2013. Mendapatkan sokongan dana dari Bank Dunia melalui program PNPM Mandiri.

Sejak saat itu, warga sekitar Tukad Bindu selalu konsisten menjaga sungai mereka dari sampah, bahkan desa tempat Tukad Bindu berada juga tertata apik dan bersih.

I Gusti Rai Ari Temaja atau yang karib disapa Gung Nik kepada Liputan6.com mengatakan sejak warga Tukad Bindu mendapatkan bantuan dari program PNPM Mandiri tersebut masyarakat kemudian mendirikan komunitas bernama Gila Selingkuh (giat lestarikan alam selamatkan lingkungan hidup).

Tak hanya memiliki sungai bersih dan kawasan yang rapi, tqk perlu takut lapar ketika tengah berlibir di Tukad Bindu. Di kawasan dekat bendungan Tukad Bindu terdapat stan-stan makanan dari umkm warga.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tukad Bindu memang menjadi lokasi kunjungan hits wisatawan Denpasar dan luar Denpasar. Bahkan, dalam beberapa even Tukad Bindu menjadi lokasi kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Sungai Bersih

Rindu Mandi di Sungai, ke Tukad Bindu aja yuk (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Tukad Bindu pernah menjadi lokasi kunjungan Delegasi World Water Forum (WWF) pada Mei 2024 silam. Tukad Bindu sudah menjadi langganan daerah lain sebagai percontohan. Komunitas gila selingkuh juga sering mendapatkan undangan sebagai narasumber di berbagai daerah bahkan luar negeri.

"Tingkat kunjungan Tukad Bindu per harinya antara 100-150 pengunjung. Kalau waktu weekend bisa 3 kali lipat kunjungannya," kata Gung Nik di Denpasar, Kamis (24/6/2025).

Dirinya menjelaskan, tak hanya menikmati sungai dan lingkungan yang bersih Tukad Bindu menjadi aset peninggalan para gila selingkuh untuk generasi mereka mendatang. Gung Nik mengaku selalu melibatkan teruna teruni (pemuda pemudi) di Tukad Bindu dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan.

"Selain meninggalkan hal positif, mengedukasi generasi muda ikut aktif di setiap gerakan lingkungan yang kami lakukan, baik di Tukad Bindu maupun di tempat lain," ucap Gung Nik.

 

Jogging Track

Rindu Masa Kecil Mandi di Sungai, ke Tukad Bindu aja yuk (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Menilik suasana Tukad Bindu, nampak sisi kanan dan kiri sungai ditumbuhi pepohonan yang ditata apik, membuat suasana semakin asri.

Ditambah dengan jogging track untuk warga masyarakat atau wisatawan yang ingin berolahraga sembari menikmati pemandangan sungai bersih itu. Air di Tukad Bindu selalu dalam kondisi jernih membuat wisatawan yang datang mandi di sungai tersebut.

Menurut Gung Nik saat siang hingga menjelang senja kunjungan didominasi anak-anak remaja. Tukad Bindu menjadi ajang mereka bermain air. Bahkan, anak-anak yang juga ditemani orang tuanya nampak juga menikmati mandi di Tukad Bindu.

Pengunjung Tukad Bindu akan melompat dari atas jembatan ke dalam air sungai, persis seperti masa kecil anak-anak tahun 80-90 an ketika mandi di sungai.

Meski Tukad Bindu selalu bebas dari sampah, dan air jernih. Tidak, ketika kawasan pegunungan usai hujan, dipastikan air yang akan melintas di Tukad Bindu akan sedikit berwarna coklat. Namun, hal itu tidak menyurutkan kunjungan wisawatan yang ingin mandi di Tukad Bindu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya