Keluarga Ungkap Riwayat Sakit yang Diderita Hotma Sitompul Sebelum Berpulang, Alami Komplikasi

Hotma Sitompul menghembuskan napas terakhir di usianya yang ke 75 tahun.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 17 April 2025, 21:00 WIB
Kenangan Hotma Sitompul, Meninggal Usia 59 Tahun (Sumber: IG/@hotmasitompoelofficial)

Liputan6.com, Jakarta Pengacara senior Hotma Sitompul menghembuskan napas terakhir di usianya yang ke 75 tahun. Hotma Sitompul meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Rabu, 16 April 2025, lantara komplikasi sakit yang diidapnya. 

Ditho Sitompul, almarhum Hotma Sitompul menjelaskan riwayat sakit yang diderita ayahnya. Di Oktober tahun lalu mendiang juga sempat mengalami penurunan kesadaran hingga dibawa ke Penang, Malaysia, untuk pengobatan.

"Papa sudah 75, karena kelahiran 1949, dalam keadaan damai, dan dikelilingi oleh kasih dari keluarga," ujar Ditho Sitompul di Kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (17/4/2025).

"Pak Hotma memang sudah ada komplikasi penyakit, ada jantung, ginjal. Oktober tahun lalu sempet penurunan kesadaran dan kami bawa ke Penang, dan masih dapat sembuh waktu itu. Bulan Januari kami masih bisa bawa pulang, walaupun memang harus tetap rutin," Ditho menambahkan.

 


Kondisi Menurun

Ditho Sitompul di Kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (17/4/2025).

Ditho melanjutkan, sepekan lalu, tepatnya pada hari Selasa, kondisi Hotma kembali menurun hingga keluarga memutuskan membawanya ke rumah sakit. Hingga pada akhirnya, Selasa 16 April kemarin Hotma berpulang untuk selamanya. 

"Selasa minggu lalu sempat drop sehingga kami bawa ke rumah sakit. Keadaannya sempat berlangsung normal, dan tiba-tiba hari Selasa kemarin harus dimaksimalkan lagi topangannya. Sampai akhirnya, ya menghembuskan napas terakhir," jelas Ditho.

 


Tak Ada Firasat

Hotma Sitompul meninggal dunia di usia 69 tahun. Hotma Sitompul yang lahir di Tanah Karo, 30 November 1956 sangat dikenal sebagai advokat yang memiliki reputasi dalam menangani kasus-kasus tinggi serta menarik perhatian publik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Ditho mengaku tak merasakan firasat mengenai kepergian ayahnya. Namun sebagai anak, sudah mempersiapkan hati mengingat perjuangan sang ayah dalam menghadapi sakit yang dideritanya. 

"Kami memang sudah mempersiapkan hati. Memang dari awal kan kami juga sudah berjuang dari tahun lalu," akunya.

 


Merawat dan Menjaga

Ditho bersyukur masih mendapat kesempatan merawat dan menjaga mendiang hingga ajal menjemput. Meski terkesan singkat, baginya momen tersebut terasa sangat spesial. 

"Kami pun bersyukur, kami masih mendapat kesempatan kedua dari bulan Januari sampai April. Mungkin memang singkat, tapi bagi kami sekeluarga itu momen terbesar," ucap Ditho Sitompul.

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya