Liputan6.com, Jakarta Sejak awal kemunculannya hingga hari ini, Maliq & D’Essentials telah menjadi salah satu grup musik bentukan era 2000-an yang cukup berpengaruh di Tanah Air. Mendengarkan deretan lagu dari album pertamanya yang rilis pada 2004 silam hingga karya-karya terbaru, selalu menyuguhkan tema yang mudah ditangkap.
Selama ini, Maliq & D’Essentials kerap terinspirasi tema sehari-hari, maupun hal-hal yang melibatkan manusia dan terkadang dibalut dengan nuansa alam. Namun begitu, belum ada satu pun lagu mereka yang menyorot tentang keindahan alam secara spesifik dan menyeluruh. Namun setelah tampil di event International Golo Mori Jazz 2025, tampaknya hal itu akan menjadi salah satu upaya mereka di masa depan.
Advertisement
"Nuansa di sini beda banget. Kami amaze banget dengan keindahan alamnya. Bagi kami sebagai musisi dan seniman, ini inspiratif banget. Di kala kami bersinggungan terus dengan panggung demi panggung di tiap minggunya, dapat panggung yang spesial kayak begini, tentunya ngasih energi baru untuk kami ke depannya," ucap Angga Puradiredja, sang vokalis kepada wartawan usai tampil di panggung International Golo Mori Jazz.
"Apakah itu dalam hal manggung, membuat lagu, berproduksi, kesannya sangat baik sekali. Terima kasih kami sudah diundang ke sini. Mungkin bisa menjadi sudut pandang baru Maliq kalau mau berkarya lagi," sambung Angga di Golo Mori Convention Center (GMCC), Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (12/4/2025).
Bakal Lebih Pede Garap Lagu tentang Alam
Setelah merasakan sensasi konser di Labuan Bajo, Angga mengaku dirinya dan para personel Maliq bisa saja mendapatkan inspirasi baru. Bahkan ada kemungkinan mereka bisa lebih berani dan percaya diri dalam menciptakan lagu bertema keindahan alam secara utuh.
"Biasanya dari sini kami obrol-obrolin, nanti beberapa lama kemudian baru tercetus ide-ide untuk apa saja. Enggak tentu dalam bentuk lagu saja. Entah dalam performance atau karya yang lainnya. Pastinya akan ada sesuatu yang baru," ucap Angga.
"Jujur, kami enggak banyak punya lagu tentang keindahan alam. Karena kami enggak berani, merasa enggak ahli dalam menafsirkan alam. Mungkin habis dari sini bakal lebih pede, berasa ahli," ceplos Angga.