Kepala Terpenggal Itu Milik Asmar

Potongan kepala yang ditemukan di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jaksel, dipastikan milik Asmar Latin Sani. Pria asal Sumbar itu diduga sebagai pelaku bom bunuh diri.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Agustus 2003, 17:59 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Potongan kepala yang ditemukan di sebuah ruangan di lantai lima Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, dipastikan milik Asmar Latin Sani (bukan Amsar seperti disebut sebelumnya--Red). Dia diduga sebagai pelaku bom bunuh diri Selasa silam. Kepastian bahwa kepala itu milik Asmar ditegaskan setelah polisi memperoleh keterangan dari Amanda, adik kandung Asmar. Selain itu, juga berdasarkan keterangan dari dua pelaku pengeboman di Medan dan Pekanbaru, Riau, Sardono Siliwangi dan Mohammad Rais. Kepala Bagian Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Erwin Mappaseng menjelaskan hal itu kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/8) pagi.

Dari keterangan Amanda, Erwin menambahkan, Asmar adalah lelaki berusia 28 tahun dengan tinggi sekitar 164 sentimeter. Pemuda asal Padang, Sumatra Barat, itu diketahui terakhir menetap di Bengkulu. Sedangkan Sardono dan Rais menyatakan potongan kepala itu milik Asmar karena memiliki ciri-ciri pitak (bekas luka) di kepala dan juga tahi lalat di leher kanan.

Menurut Amanda, pitak di bagian kepala itu karena lima tahun silam kakaknya pernah jatuh dan dijahit dokter. Sejauh ini, polisi belum mengetahui pekerjaan Asmar sebenarnya. Tapi, dia diyakini masuk dalam Kelompok Sardono dan Rais karena Asmar direkrut oleh kelompok tersebut [baca: Foto Potongan Kepala Korban Bom Marriott Ditunjukkan].

Hingga kini, sebanyak 27 korban ledakan bom di Marriott masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Ibu Kota. Kondisi mereka berangsur-angsur pulih dan mereka sudah diizinkan pulang ke rumah masing-masing dalam sepekan mendatang.

Dari ke-27 korban ini, delapan di antaranya berada di Rumah Sakit Jakarta. Kondisi mereka kini membaik, meski harus tetap mendapat perhatian serius dari para dokter yang merawat. Untuk biaya perawatan pasien, seluruhnya ditanggung perusahaan masing-masing. Padahal, pemerintah telah menjamin akan menanggung seluruh biaya pengobatan. Namun demikian, pengelola RS Jakarta tidak mengetahui secara pasti berapa plafon biaya yang ditanggung pemerintah [baca: Pemerintah Menanggung Biaya Pengobatan Korban Bom Marriott].

Sampai Jumat siang ini, suasana di lokasi ledakan mulai sepi [baca: JW Marriott Masih Menjadi Tontonan]. Hanya tampak beberapa warga yang ingin menyaksikan areal ledakan dan memanjatkan doa untuk para korban pengeboman. Personel Polri yang dibantu Polisi Federal Australia dan Malaysia juga terus menyelidiki dan menjaga lokasi kejadian secara ketat, sehingga Hotel Marriot, Menara Rajawali, dan Plaza Mutiara masih tertutup untuk umum. Hanya berapa kantor yang berada di ketiga bangunan itu yang sudah mulai beroperasi.(PIN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya