Cerita Tio Pakusadewo Pernah Alami Stroke 2 Kali, Pilih Jalani Pengobatan Secara Alami

Tio Pakusadewo mengungkapkan bahwa serangan stroke pertama terjadi pada tahun 2020. 

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 09 April 2025, 13:00 WIB
Eksklusif Tio Pakusadewo (Fotografer: Fathan Rangkuti, Digital Imaging: Denti Ebtaviani, Wardrobe: Antoni Maroto, Make up: First, Bintang.com)

Liputan6.com, Jakarta Aktor Tio Pakusadewo bercerita tentang sakit stroke yang pernah dideritanya hingga dua kali. Bahkan dokter menyarankannya membeli obat hipertensi untuk dikonsumsi seumur hidup. 

Alih-alih mengikuti anjuran dokter, Tio Pakusadewo justru mengandalkan cara alami. Ia memilih mengonsumsi madu dan daun kelor, serta menggerakkan badannya setiap hari.

“Alhamdulillah udah stroke 2 kali. Dokter menyarankan untuk beli obat hipertensi, tapi seumur hidup. Ya saya gak mau,” ujar Tio Pakusadewo di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2025).

“Jadi sehari-hari saya nggak minum (obat) apa-apa, cuma madu dan daun kelor. Berusaha untuk terus bergerak setiap hari, terutama berenang,” Tio Pakusadewo menambahkan.

 


Serangan Pertama

"Saya harus menghafal seluruh teks atau skript pidato Bung Karno. Saat take, teks ada di buku Pedoman Untuk Menjalankan Ampera yang kemudian direverensikan ke buku 'Pantja Sila: Cita-Cita & Realita," terang Tyo. (Andy Masela/Bintang.com)

Tio mengungkapkan bahwa serangan stroke pertama terjadi pada tahun 2020. Nyatanya, sejak saat itu ia tidak melakukan medical check-up lanjutan atau mengonsumsi obat seperti yang disarankan dokter. 

“2020, udah 5 tahun. Nggak, saya nggak minum obat,” imbuhnya.

 


Tetap Waspada

Tio Pakusadewo

Di balik keputusannya untuk tidak mengonsumsi obat, Tio tetap waspada terhadap tanda-tanda kambuhnya sakit hipertensi yang diderita. Ia juga menjaga beberapa pantangan yang harus ia jaga, terutama soal pola makan.  

“Badannya nggak boleh, perut nggak boleh kosong kali ya. Perut kalau kosong tuh udah kayak mau bencana. Dulu waktu awal-awal, serangan pertama tuh dari perut kosong,” jelasnya.

 


Mengelola Emosi

Selain itu, Tio juga belajar untuk mengelola emosinya. Ia menyadari bahwa kemarahan dan stres bisa memicu kambuhnya penyakit, sehingga berusaha untuk lebih tenang dalam menghadapi berbagai situasi. 

"Marah-marah dihindari juga. Cuma kadang-kadang kita kan kalau menghadapi situasi ada hal-hal yang gak bisa dihindari. Pemainnya telat, ya banyak hal lah. Tapi dengan mengalami stroke kemarin itu ya mau gak mau mesti dikurangi emosinya,” ucap Tio Pakusadewo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya