Liputan6.com, Jakarta Presenter kondang Ruben Onsu mengejutkan publik dengan pengumumannya menjadi mualaf pada Hari Raya Idulfitri 1446 H, tepatnya Senin, 31 Maret 2025. Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, Ruben Onsu tampak khusyuk mengucapkan syahadat, dibimbing oleh Habib Usman bin Yahya. Keputusan ini, menurutnya, merupakan buah dari perjalanan spiritual panjang dan pencarian ketenangan batin.
"Assalamualaikum. Mungkin ini saatnya saya bisa sampaikan, maafkan jika baru bisa saya sampaikan, krn saya ingin focus ibadah. Sebagai manusia saya yang tak luput dari salah, dan terus berusaha memperbaiki kedepan untuk bisa menjadi lebih baik," tulis Ruben Onsu dalam keterangan unggahannya. Ia menekankan bahwa keputusan menjadi mualaf murni atas keinginannya sendiri dan tidak ada paksaan dari pihak manapun. Ruben juga menegaskan bahwa keputusan ini tidak ada kaitannya dengan permasalahan rumah tangganya.
Advertisement
Setelah mengucapkan syahadat, Ruben Onsu memanjatkan doa yang tulus dan mengharukan. Ia memohon kesehatan, hati yang lapang, senyum yang selalu terpancar, dan perlindungan dari orang-orang yang syirik, munafik, dan fitnah yang keji. Ia juga bertekad untuk terus belajar dan menjadi muslim yang baik, sesuai dengan syariat Islam. Doa dan tekadnya ini mendapat sambutan hangat dan doa dari banyak pihak, termasuk sahabat dan netizen.
Perjalanan Spiritual Ruben Onsu Menuju Islam
Dalam video yang diunggahnya, Ruben Onsu menceritakan perjalanan spiritualnya yang panjang dan penuh pergumulan. Ia menggambarkan beratnya beban hidup yang ia pikul, "Hidup seringkali kedatangan beban yang sangat berat. Setiap langkah terasa sangat sulit, seperti membawa gunung di punggungku," ungkapnya. Pergumulan batin ini membuatnya kerap dihinggapi keraguan. Namun, di tengah kebingungannya, ia merasakan sebuah perasaan yang menuntunnya pada jawaban yang lebih sederhana dari yang ia kira.
Ruben Onsu juga mengungkapkan bahwa pilihan untuk menjadi mualaf telah ia pertimbangkan selama bertahun-tahun. Keputusan ini, menurutnya, adalah jalan yang tepat meskipun tidak mudah. "Dan di sini, saya menemukan ketenangan baru. Dan saat ini, dalam setiap doaku, dalam setiap sujudku, dan setiap langkahku, hamba serahkan kepada-Mu ya Allah," ujarnya dengan penuh khusyuk. Ia pun berdoa agar diberi kesehatan, hati lapang, dan dijauhkan dari orang-orang munafik.