Jelang Pembacaan Putusan Pemakzulan Yoon Suk Yeol, Penjagaan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan Diperketat

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 01 April 2025, 15:35 WIB
Penjagaan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan Diperketat
Mahkamah Konstitusi Korea Selatan akan membacakan putusan terkait pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol pada Jumat 4 April 2025 mendatang. Sebelumnya, parlemen Korea Selatan menganggap pengumuman darurat militer oleh Yoon Suk Yeol pada 3 Desember 2024 lalu sebagai upaya menumbangkan pemerintahan sipil dan menjerumuskan negara tersebut ke dalam kekacauan politik. Mahkamah Konstitusi Korea Selatan telah mengadakan beberapa kali sidang pemakzulan untuk menentukan apakah akan secara resmi mencopot Yoon Suk Yeol dari jabatannya. Mahkamah Konstitusi Korea Selatan juga menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk mempertimbangkan kasus tersebut sehingga menimbulkan sejumlah spekulasi.
Deretan bus polisi terlihat diparkir untuk memblokir jalan di Seoul pada tanggal 1 April 2025 di depan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan. (JUNG YEON-JE/AFP)
Mahkamah Konstitusi Korea Selatan akan membacakan putusan terkait pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol pada Jumat 4 April 2025 mendatang. (Pedro Pardo/AFP)
Parlemen Korea Selatan menganggap pengumuman darurat militer oleh Yoon Suk Yeol pada 3 Desember 2024 lalu sebagai upaya menumbangkan pemerintahan sipil dan menjerumuskan negara tersebut ke dalam kekacauan politik. (JUNG YEON-JE/AFP)
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi Korea Selatan telah mengadakan beberapa kali sidang pemakzulan untuk menentukan apakah akan secara resmi mencopot Yoon Suk Yeol dari jabatannya. (JUNG YEON-JE/AFP)
Mahkamah Konstitusi Korea Selatan juga menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk mempertimbangkan kasus tersebut sehingga menimbulkan sejumlah spekulasi. (JUNG YEON-JE/AFP)
Dalam sebuah pernyataan Pengadilan Korea Selatan mengatakan bahwa putusan kasus pemakzulan presiden akan dijatuhkan pada tanggal 4 April 2025 di Mahkamah Konstitusi. (Pedro Pardo/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya