Liputan6.com, Jakarta Perimenopause adalah fase yang seringkali diabaikan oleh banyak perempuan, padahal fase ini merupakan transisi penting sebelum menopause. Mia Fitri, seorang Menopause Transition Expert dan Certified Health Coach, menjelaskan bahwa perimenopause dapat berlangsung antara 4 hingga 10 tahun sebelum menopause terjadi. "Banyak perempuan tidak tahu bahwa perimenopause bisa dimulai di akhir 30-an, sehingga mereka tidak siap menghadapi gejala yang muncul," ujar Mia.
Selama perimenopause, tubuh perempuan mengalami perubahan hormonal yang signifikan, yang dapat menyebabkan berbagai gejala tidak nyaman. Beberapa gejala yang umum terjadi adalah kelelahan berlebihan, kenaikan berat badan, hot flashes, berkeringat malam, serta perubahan emosional seperti mudah marah dan kecemasan. "Setiap perempuan memiliki pengalaman yang berbeda-beda, tapi banyak gejala yang mirip, dan ini sering membuat mereka merasa frustrasi," tambah Mia.
Advertisement
Namun, Mia menekankan bahwa perempuan tidak perlu merasa terjebak dalam ketidaknyamanan ini. Ada beberapa strategi yang dapat diadopsi untuk menjalani perimenopause dengan lebih baik. Dengan pendekatan yang holistik, perempuan dapat mengelola gejala dan menjalani fase ini dengan lebih percaya diri.
Apa Itu Perimenopause?
Perimenopause adalah fase transisi yang terjadi sebelum menopause, di mana tubuh perempuan mulai mengalami perubahan hormonal. Fase ini dapat berlangsung beberapa tahun dan ditandai dengan berbagai gejala fisik dan emosional. Menurut Mia, "Perimenopause adalah saat di mana tubuh kita mulai memberi sinyal bahwa perubahan besar akan terjadi, dan penting untuk mengenali sinyal-sinyal ini."
Gejala yang sering muncul selama perimenopause antara lain:
- Kelelahan berlebihan
- Kenaikan berat badan
- Hot flashes atau sensasi panas mendadak
- Berkeringat malam
- Mudah marah dan cemas
- Gangguan tidur
- Penurunan libido
- Kekeringan vagina
- Nyeri saat berhubungan intim
Gejala-gejala ini dapat bervariasi dari satu perempuan ke perempuan lainnya, tergantung pada faktor genetik dan gaya hidup. Mia menekankan pentingnya untuk tidak merasa sendirian dalam menghadapi perubahan ini, karena banyak perempuan lainnya juga mengalami hal yang sama.
Strategi Menghadapi Perimenopause
Mia Fitri memberikan beberapa tips untuk membantu perempuan menjalani perimenopause dengan lebih nyaman. Salah satu strategi utama adalah olahraga. Kombinasi latihan kardio dan kekuatan sangat dianjurkan. Olahraga tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan jantung, tetapi juga dapat meredakan gejala seperti hot flashes. "Latihan ringan selama 20 menit setiap hari sudah memberikan dampak positif," ungkap Mia.