Liputan6.com, Jakarta Jagat K-Pop tak asing dengan tayangan kompetisi pencarian bakat. Ada Produce 101 yang menelurkan Kim Se Jeong dan Kang Daniel serta kembali mengangkat nama Hwang Minhyun, Mixnine yang pernah diikuti Ryujin ITZY, hingga Sixteen yang melahirkan Twice.
MBN juga akan merilis tayangan survival show Under15 yang akan tayang perdana 31 Maret 2025, yang dibidani CEO Crea Studio, Seo Hye Jin. Meski belum tayang, acara ini menuai gelombang protes dari warga di Korea maupun secara internasional. Apa sebabnya?
Advertisement
Terlihat dari tajuknya, Under15 mencari anak-anak usia 15 tahun ke bawah sebagai pesertanya. Ada 59 kontestan yang bergabung dari berbagai negara selain Korea Selatan—termasuk Thailand, Hong Kong, hingga Jepang.
Dalam pernyataannya, Crea Studio menekankan bahwa acara ini pertarungan antara Gen Alpha untuk debut.
"Pertarungan yang sengit untuk debut antara generasi alfa baru dimulai. Nantikan panggung energik yang menampilkan wajah-wajah baru yang akan memimpin masa depan K-Pop," begitu pernyataan dari rumah produksi ini, diwartakan Chosun Biz.
DItambahkan, "Anda akan menyaksikan karakter yang sebenarnya dari kaum muda saat ini, yang penuh tekad dan keyakinan tentang impian mereka dan sepenuhnya menghancurkan kekhawatiran dan pendapat orang dewasa yang merasa mereka terlalu muda untuk debut sebagai idol.”
Penekanan soal idol K-Pop usia muda juga diungkap Seo Hye Jin yang berkata, “Aku mungkin akan dikritik saat mengatakan hal ini, tapi tujuan kami adalah membentuk ‘Blackpink di bawah umur’.”
Peserta Termuda Berusia 8 Tahun
Yang dipermasalahkan sejumlah pihak, adalah usia para peserta ini yang dinilai kelewat muda. Masalahnya, para peserta dalam acara ini tak hanya berusia belasan. The Korea Times mencatat ada lima peserta yang merupakan kelahiran tahun 1996.
Peserta termudanya, baru berusia delapan tahun. Tak hanya itu, foto dan video teaser mengenai acara ini pun sudah beredar. Di dalamnya, tampak para peserta dengan makeup yang cukup terlihat.
Eksploitasi dan Survival Show yang Penuh Tekanan
Penentang acara ini berpendapat bahwa para peserta yang masih muda terancam diekspoitasi. Apalagi, acara semacam ini memiliki tingkat persaingan yang tinggi dan penuh tekanan. Para peserta juga rentan dengan kritik dari media sosial.