Bekasi Lagi-Lagi Hujan Deras, Rawalumbu Kembali Banjir

Nampak aliran air deras membanjiri wilayah tersebut, hingga menggenangi jalan dan kios-kios.

oleh Bam SinulinggaDiperbarui 08 Maret 2025, 17:41 WIB
Jalan utama masuk ke Perumahan Rawalumbu Utara, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, kembali tergenang air pasca diguyur hujan deras sebentar, Sabtu (8/3/2025) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras kembali mengguyur wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/3/2025) siang. Meski hujan terbilang sebentar, namun menyebabkan genangan air, salah satunya di Kelurahan Pengasinan, Rawalumbu, dengan ketinggian air kurang lebih 40 sentimeter.

Nampak aliran air deras membanjiri wilayah tersebut, hingga menggenangi jalan dan kios-kios. Para pedagang di lokasi mengaku hal ini memang kerap terjadi setiap kali hujan deras turun.

"Kalau hujannya biasa aja sih, normal, gak banjir. Tapi kalau hujannya deras dan sedikit lama, sampai masuk ke kios saya," kata Ade, pedagang ikan hias kepada Liputan6.com.

Menurutnya, wilayah Rawalumbu dan Narogong sudah sejak lama menjadi langganan banjir.

"Perumahan Rawalumbu dan Narogong memang langganan banjir dari dulu ya," ungkapnya.

 

BPBD Imbau Warga Waspada

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana yang kemungkinan masih terjadi, seperti banjir, longsor hingga puting beliung. Terlebih Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah memberikan peringatan.

"Masyarakat tetap waspada, terhadap hal-hal yang tidak diinginkan," kata Koordinator Penanggulangan Bencana BPBD Kota Bekasi, Karsono.

Menurutnya, status tinggi muka air (TMA) di titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas (P2C), per hari ini masih terbilang normal. Hingga pukul 15.00 WIB ketinggian TMA stabil di angka kurang dari 350 sentimeter, meski cuaca sedang hujan deras.

Sebagai upaya antisipasi, BPBD Kota Bekasi intens memberikan informasi terkait kenaikan TMA kepada camat maupun lurah, serta warga yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Bekasi, melalui media sosial, seperti WhatsApp dan Instagram.

"Siap-siap kembali cuaca ekstrem, hujan dengan intensitas sedang-lebat di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi," imbuh Karsono.

 

Anggaran Banjir Rp500 Miliar

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengumpulkan empat kepala daerah, yaitu Wali Kota Bekasi, Bupati Bekasi, Wali Kota Depok dan Bupati Bogor, untuk membahas solusi penanganan banjir dan progres di masing-masing daerah.

"Kita lakukan bersama sesuai dengan daerah masing-masing, apa permasalahannya dipaparkan satu-satu untuk langkah solusinya," ujar Dedi, Jumat, 7 Maret 2025.

Dedi menyebut penanganan banjir di empat daerah terdampak banjir tersebut membutuhkan operasional kurang lebih Rp 500 miliar. Anggaran tersebut nantinya akan menjadi urunan keempat pemerintah daerah.

Selain itu, operasi modifikasi cuaca juga termasuk dalam langkah penanganan yang akan diambil, mengingat curah hujan tinggi diprediksi masih terus terjadi pada 11-20 Maret mendatang. Untuk pengerjaan, rencananya akan dimulai Senin pekan depan.

"Jika dilihat seperti ini suasana akan kondusif dan akan mengurangi dampak banjir lagi, serta ditambah dengan modifikasi cuaca," paparnya.

Pada rapat koordinasi para kepala daerah tersebut, dijelaskan jika problem utama banjir berasal dari pertemuan Sungai Cilengsi, Kali Cikeas, dan Kali Bekasi yang berujung di Bojong Kulur, Bogor.

Selain penanganan dari hulu, akan dilakukan juga pelebaran sungai di daerah yang dialiri air dari pertemuan sungai tersebut, terutama Kota Bekasi yang terdampak paling parah. Juga ada pembangunan bendung baru menggunakan dana Pengelola Jaringan Tirta (PJT).

Infografis Jenis-Jenis Bumbu Dasar dalam Masakan Indonesia.  (Liputan6.com/Abdillah)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya