All German Final di Wembley, Mencari yang Paling Perkasa

Pada "gladi resik" final di laga Bundesliga 4 Mei lalu, kekuatan kedua tim kembali membuat penasaran.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 23 Mei 2013, 11:18 WIB
DORTMUND

Sebuah duel panas yang sudah ditunggu-tunggu bakal tergelar di Stadion Wembley, London, Minggu (26/5/13) dini hari WIB. Duel yang menyiratkan rivalitas panjang antara dua klub besar Jerman Borussia Dortmund kontra Bayern Muenchen. Duel ini tak "favorit" sebenarnya ketika Liga Champions memasuki laga semifinal.Dua klub Spanyol, Real Madrid dan Barcelona dianggap lebih memiliki peluang tampil di final ketika itu. Sayangnya, semua prediksi itu meleset. Skema El Clasico di final tak terealisasi, bahkan sudah pupus ketika leg pertama semifinal digelar. Itu karena Barcelona dihantam Muenchen 0-4 dan Madrid dihajar 1-4 Borussia Dortmund.Bayern Muenchen lolos ke final dengan agregat 7-0 atas Barcelona. Sedangkan Dortmund unggul tipis 4-3, karena kalah 0-2 dari Madrid di Bernabeu.Kini, duel duo Jerman di negeri Ratu Elizabeth pun menjadi ditunggu-tunggu. Siapa lebih perkasa? Apakah Muenchen yang sudah tiga kali tampil di final dalam empat tahun terakhir? atau Dortmund yang hadir bak kuda hitam yang siap menerjang klub manapun?Pada "gladi resik" final di laga Bundesliga 4 Mei lalu, kekuatan kedua tim kembali membuat penasaran. Soalnya, skor akhir saat itu 1-1. Dortmund yang bertindak sebagai tuan rumah unggul terlebih dahulu lewat gol Kevin Grosskreutz. Tapi Mario Gomez mampu menyamakan kedudukan.Dortmund berpeluang unggul lewat titik penalti. Tapi sepakan Robert Lewandowski mampu ditepis kiper nomor satu timnas Jerman, Manuel Neuer. Lagi-lagi, hasil ini membuat penasaran siapa yang bakal memenangkan laga final nanti.Berdasarkan statistik, tercatat ada 92 pertemuan diantara keduanya. Bayern Muenchen masih mendominasi dengan 41 kali menang,28 imbang dan 23 kalah. Ya, Muenchen memang sudah perkasa sejak dulu di Bundesliga. Ini bisa menjelaskan mengapa Dortmund tertinggal di statistik.Namun, jika melihat di 9 pertandingan terakhir, Dortmund justru mendominasi. Dortmund berhasil menang 5 kali, imbang 2 kali dan kalah 2 kali. Ini tentu patut membuat Muenchen cemas. Hal ini dirasakan pula oleh striker Muenchen, Thomas Mueller. Dia punya trauma Muenchen bisa kandas untuk ketiga kalinya di final Liga Champions nanti. Dia bahkan menganggap wajar jika Muenchen dijuluki pecundang jika hal tersebut terjadi."Buat saya, ini saatnya untuk memenangkan trofi ini. Jika Anda kalah tiga kali beruntun, Anda akan dipanggil pecundang," ujarnya. Mueller diprediksi bakal berperan di laga final nanti. Ini sudah dibuktikannya dengan torehan 8 gol yang sudah dicetaknya sejauh ini. Pelatih Muenchen, Jupp Heynckes yakin Mueller bakal memberi perbedaan.Dengan sederet fakta di atas, masihkah Dortmund dianggap kuda hitam? Atau ini memang sudah saatnya Muenchen menjadi juara? Melihat mitos yang terjadi selama 4 musim terakhir, siapapun tim yang mengalahkan Barcelona, bakal keluar menjadi juara. Maka itu, fans Muenchen pantas tersenyum. Skor tipis bahkan perpanjangan waktu berpeluang terjadi. (Berbagai Sumber)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya