Catatan Cap Go Meh 2025, Meiline Tenardi dan Inaya Wahid Sebut Keragaman Seni Budaya Bukan Batasan

Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi rayakan Cap Go Meh 2025 pekan ini di Jakarta dengan menghadirkan beragam bintang tamu termasuk Inaya Wahid.

oleh Wayan DianantoDiperbarui 27 Februari 2025, 22:20 WIB
Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi rayakan Cap Go Meh 2025 pekan ini di Jakarta dengan menghadirkan beragam bintang tamu termasuk Inaya Wahid. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi Meiline Tenardi)

Liputan6.com, Jakarta Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi atau KPPB merayakan Cap Go Meh 2025 pekan ini di Jakarta Selatan dengan menghadirkan beragam narasumber dari Meiline Tenardi, Poppy Dharsono, Hetty Andika Perkasa, Inaya Wahid hingga Tina Astari.

Cap Go Meh 2025 ala KPPB mengusung tema “Merayakan Seni, Tradisi, dan Harmoni dalam Keberagaman.” Tujuannya, melestarikan warisan budaya, memperkuat hubungan antar komunitas, serta menampilkan keindahan seni budaya Indonesia.

Dalam sambutannya, Pendiri KPPB, Meiline Tenardi mengingatkan publik, Cap Go Meh bukan sekadar perayaan. Ini momentum menghidupkan kembali nilai-nilai budaya dalam kehidupan modern masyarakat Indonesia.

“Ini bukan hanya merayakan tradisi, tapi bagaimana kita menjaga seni budaya agar tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya. Keragaman bukanlah batasan, tapi kekayaan yang memperkaya hidup kita,” katanya.

 


Ada Fashion Show

Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi rayakan Cap Go Meh 2025 pekan ini di Jakarta dengan menghadirkan beragam bintang tamu termasuk Inaya Wahid. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi Meiline Tenardi)

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Rabu (26/2/2025), Meiline Tenardi menjelaskan, perayaan Cap Go Meh ini menampilkan pertunjukan seni tradisional seperti musik guzheng, tarian Tionghoa-Nusantara, hingga atraksi barongsai.

“Para tamu juga disuguhi fashion show yang menampilkan perpaduan busana tradisional dan modern, membuktikan bahwa budaya dapat berkembang dengan sentuhan inovasi tanpa kehilangan esensi,” Meiline Tenardi menyambung.

 


Keragaman adalah Anugerah

Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi rayakan Cap Go Meh 2025 pekan ini di Jakarta dengan menghadirkan beragam bintang tamu termasuk Inaya Wahid. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi Meiline Tenardi)

Dalam sesi gelar wicara, salah satu putri Gus Dur, Inaya Wahid turut menyinggung peran perempuan dalam menjaga keragaman dan warisan budaya. Membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian tradisi kuncinya.

“Keragaman adalah anugerah yang harus dirawat dan dirayakan (masyarakat Indonesia). Seni dan budaya menjadi jembatan yang menyatukan kita di atas segala perbedaan,” Inaya Wahid berbagi perspektif.

 


Menghargai Budaya Orang Lain

Ketoprak Retno Kencana yang digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta, pekan ini, diperkuat Dewi Bambang Soesatyo, Inaya Wahid putri Gus Dur, hingga Ahok.

“Jadi, makin kita memahami dan menghargai budaya masyarakat lain, makin kuat pula ikatan kita sebagai bangsa yang besar yakni bangsa Indonesia,” Inayah Wahid menambahkan.

Sebagai komunitas yang aktif dalam pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya, KPPB berkomitmen terus menghadirkan program yang berdampak positif bagi masyarakat.

Tradisi-tradisi saat perayaan Tahun Baru Imlek (dok.Liputan6.com/Trie Yasni)

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya