Pemerintah Akhirnya Menentukan Opsi Pasca-IMF

Pemerintah akhirnya membayar kewajiban pokok dan bunga pinjaman kepada IMF sesuai jadwal. Indonesia juga memasuki program pengawasan pasca-kerja sama dengan IMF.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Juli 2003, 09:14 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Keraguan seputar pasca-kerja sama dengan Dana Moneter Internasional (IMF) terjawab sudah. Pemerintah tetap memutuskan mengakhiri program kerja sama dengan IMF pada akhir 2003. Termasuk memutuskan membayar kewajiban pokok dan bunga pinjaman kepada IMF sesuai jadwal yang ditetapkan. Selanjutnya, Indonesia memasuki Post Program Monitoring atau program pengawasan pasca-kerja sama dengan IMF. Pasca-IMF, program pembangunan difokuskan pada stabilitas ekonomi makro serta meningkatkan investasi dan lapangan kerja. Demikian hasil keputusan Rapat Koordinator Terbatas Bidang Ekonomi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (28/7) [baca: Mengurai Strategi Jalan Keluar].

Seusai sidang kabinet terbatas, Menteri Keuangan Boediono menjelaskan, dengan skema pembayaran cicilan sebesar US$ 900 juta hingga US$ 1 miliar, beban utang Indonesia ke IMF yang mencapai US$ 9 miliar diperkirakan lunas tahun 2010. Itulah sebabnya, pemerintah baru hasil Pemilihan Umum 2004 diharapkan dapat mempercepat pembayaran sehingga tak membebani anggaran pendapatan dan belanja negara [baca: Pasca-IMF, Ekonomi Indonesia Masih Bisa Stabil].

Boediono mengungkapkan pula, untuk memulihkan perekonomian, ada tiga program yang akan dijalankan oleh pemerintah. Pertama, program stabilitas ekonomi makro. Kedua, restrukturisasi dan reformasi sektor keuangan. Ketiga, peningkatan investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja. Rencananya, rincian dari sejumlah kebijakan tersebut akan diumumkan Presiden Megawati Sukarnoputri bersama-sama dengan pengajuan Rancangan APBN Tahun Anggaran 2004 kepada DPR pada 15 Agustus 2003.(ANS/Abbas Yahya dan Agus Kusno)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya