Liputan6.com, Jakarta: Polisi masih terus memeriksa sejumlah saksi untuk menguak benang merah pembunuhan Direktur Utama PT Asaba Boedyharto Angsono. Dalam pemeriksaan, seorang saksi mengaku mengetahui ada kemungkinan beberapa TNI desertir terkait dalam rencana penembakan tersebut. Demikian keterangan Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Andi Chaeruddin di Jakarta, Jumat (25/7).
Saksi tersebut mengenal dekat Gunawan Santosa alias Acin, mantan menantu Boedyharto yang dicurigai dalang penembakan tersebut, ketika sama-sama meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan Kuningan, Jawa Barat. Acin dibui lantaran terbukti menilap uang PT Asaba sebesar Rp 25 miliar plus sejumlah aset perusahaan. Namun, sejak Januari silam, dia kabur dan hingga sekarang masih buron [baca: Ditemukan Bukti Baru Kasus Pembunuhan Dirut Asaba].
Sekadar mengingatkan, Boedyharto didor bersama pengawal pribadinya Sersan Dua TNI Edi Siyep pada 19 Juli silam [baca: Direktur Utama PT Asaba Tewas Ditembak]. Edi yang anggota Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat Grup C tewas seketika dengan luka tembakan di kepala. Sedangkan Boedy diberondong delapan butir timah panas di punggung. Sebulan sebelumnya, Direktur Keuangan Asaba Paulus Teja Kusuma juga ditembak di depan Hotel Golden, Jakarta Pusat [baca: Direktur PT Asaba Ditembak].(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Saksi tersebut mengenal dekat Gunawan Santosa alias Acin, mantan menantu Boedyharto yang dicurigai dalang penembakan tersebut, ketika sama-sama meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan Kuningan, Jawa Barat. Acin dibui lantaran terbukti menilap uang PT Asaba sebesar Rp 25 miliar plus sejumlah aset perusahaan. Namun, sejak Januari silam, dia kabur dan hingga sekarang masih buron [baca: Ditemukan Bukti Baru Kasus Pembunuhan Dirut Asaba].
Sekadar mengingatkan, Boedyharto didor bersama pengawal pribadinya Sersan Dua TNI Edi Siyep pada 19 Juli silam [baca: Direktur Utama PT Asaba Tewas Ditembak]. Edi yang anggota Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat Grup C tewas seketika dengan luka tembakan di kepala. Sedangkan Boedy diberondong delapan butir timah panas di punggung. Sebulan sebelumnya, Direktur Keuangan Asaba Paulus Teja Kusuma juga ditembak di depan Hotel Golden, Jakarta Pusat [baca: Direktur PT Asaba Ditembak].(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)