Liputan6.com, Manado: Ribuan umat Tri Dharma di Sulawesi Utara, memperingati hari kelahiran Kwan Kong ke-1841 di pusat Kota Manado, Kamis (24/7). Bagi penganut ajaran ini, Kwan Kong atau Kwan In Tiang dipercaya sebagai manusia suci yang menjunjung tinggi kebenaran yang diajarkan Nabi Kang Tju. Tak heran jika hari kelahiran Kwan Kong selalu diperingati. Di Manado, peringatan ini biasa disebut "Mandi Minyak Panas". Disebut demikian karena para penganutnya rela berdesak-desakan untuk menyentuh minyak goreng panas yang masih mendidih. Minyak ini dipercaya umat dapat menyembuhkan segala macam penyakit sekaligus membawa rezeki.
Upacara ritual diawali dengan nyanyian berbahasa Mandarin diiringi dengan gendang. Di depan sebuah altar, seorang sesepuh agama yang disebut Taci membacakan mantera agar dimasuki roh Kwan Kong. Apabila roh sang manusia suci itu sudah merasuki, ia akan tahan terhadap sayatan benda-benda tajam. Di bagian lain, sebuah penggorengan besar dengan minyak goreng mendidih sudah disiapkan. Setelah Sang Taci mencelupkan kertas berisi mantera ke dalam wadah penggorengan, niscaya siapa saja yang menyentuh minyak mendidih ini tidak akan kepanasan. Saat itulah, ritual dimulai.(DEN/Aldrien Arief)
Upacara ritual diawali dengan nyanyian berbahasa Mandarin diiringi dengan gendang. Di depan sebuah altar, seorang sesepuh agama yang disebut Taci membacakan mantera agar dimasuki roh Kwan Kong. Apabila roh sang manusia suci itu sudah merasuki, ia akan tahan terhadap sayatan benda-benda tajam. Di bagian lain, sebuah penggorengan besar dengan minyak goreng mendidih sudah disiapkan. Setelah Sang Taci mencelupkan kertas berisi mantera ke dalam wadah penggorengan, niscaya siapa saja yang menyentuh minyak mendidih ini tidak akan kepanasan. Saat itulah, ritual dimulai.(DEN/Aldrien Arief)