6 Debut Paling Buruk di Sepak Bola: Ada Lionel Messi

Ada anggapan bahwa Lionel Messi selalu menghadirkan sensasi dan prestasi. Namun, tak dapat disangkal bahwa ia adalah salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepak bola.

oleh ThomasDiterbitkan 28 Januari 2025, 08:00 WIB
Pemain sepak bola berumur 29 tahun itu telah mengumpulkan 129 caps bersama Timnas Argentina, setelah melakukan debut pada tahun 2005.

Liputan6.com, Jakarta- Siapa yang berani meragukan bahwa Lionel Messi selalu memukau dengan talenta dan prestasinya? Tidak ada keraguan bahwa Messi adalah salah satu pemain paling luar biasa dalam sejarah dunia sepak bola.

Kontribusinya yang mengesankan bersama klub-klub yang ia bela serta bersama Timnas Argentina menjadikannya sebanding dengan dua legenda sepak bola yang tak terlupakan, yaitu Pele dan Diego Maradona, termasuk saat ia kini memperkuat Inter Miami di Amerika Serikat.

Walau begitu, banyak yang tidak menyadari bahwa La Pulga memiliki cerita yang kurang menyenangkan. Kisah ini bahkan terjadi saat ia menjalani debutnya bersama tim nasional.

Setiap pesepakbola, termasuk Lionel Messi, tentu berharap agar debutnya, terutama dengan tim nasional, berlangsung mulus, tetapi kenyataannya justru berbeda.

Bukan hanya Messi, banyak pemain lain juga mengalami hal serupa di panggung sepak bola. Mereka menginginkan penampilan yang gemilang di laga perdana, namun hasilnya justru mengecewakan, menciptakan rasa malu dan kekecewaan yang bercampur.

Seperti yang dikutip dari Givemesport, berikut adalah enam debut terburuk dalam sejarah sepak bola, termasuk di antaranya Lionel Messi, yang pasti akan selalu diingat:

 
 

Ali Dia

Ali berbohong untuk memperkuat Southampton.

Matt Le Tissier menyebutnya sebagai "sangat memalukan untuk ditonton," merujuk pada pertandingan pertama dan terakhir Ali Dia untuk tim pesisir selatan yang kini menjadi sorotan. Pertandingan tersebut mungkin merupakan salah satu penipuan terbesar dalam sejarah sepak bola, di mana Graeme Souness mengklaim Dia sebagai kerabat dari George Weah, yang pada saat itu sedang bersinar bersama PSG. Namun, kenyataannya, Dia hanyalah seorang mahasiswa yang tidak memiliki pengalaman di dunia sepak bola profesional.

Tanpa adanya pemeriksaan latar belakang yang memadai, mantan pelatih Skotlandia itu memutuskan untuk menempatkan Dia dalam posisi yang sulit saat dia menggantikan Le Tissier. Sayangnya, hanya dalam waktu 21 menit, Dia sudah menunjukkan bahwa dia tidak layak berada di lapangan. Dapat disimpulkan bahwa setelah pengalaman tersebut, Dia tidak pernah lagi tampil untuk klub itu.


Jonathan Woodgate

Jonathan Woodgate bergabung dengan Real Madrid meskipun mengalami cedera punggung yang sudah dideritanya sejak di Newcastle United. Sayangnya, saat debutnya di Madrid, Woodgate...

Memang benar bahwa perpindahan Jonathan Woodgate dari Middlesbrough ke Real Madrid terlihat seperti salah satu transfer yang sangat langka. Namun, dia mendapatkan kesempatan tersebut dan, seperti yang kita ketahui, situasi selanjutnya tidak berjalan mulus. Setelah mengalami masalah cedera, debutnya untuk klub raksasa Eropa itu harus ditunda selama 17 bulan. Ketika akhirnya mendapat kesempatan untuk bermain, Woodgate berusaha untuk tidak mengecewakan, tetapi hasilnya justru sebaliknya. Dia mencetak gol bunuh diri yang konyol, diikuti oleh dua pelanggaran yang seharusnya mendapatkan kartu kuning, sehingga membuatnya harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah 66 menit bermain yang sangat menyedihkan.

Lanjut Baca:

Media Spanyol yang terkenal, Marca, bahkan menilai bahwa dia adalah "perekrutan terburuk abad ke-21." Ya, penilaian tersebut memang mencerminkan betapa buruknya performanya di klub tersebut. Selama kariernya di Real Madrid, Woodgate hanya tampil sebanyak 14 kali sebelum akhirnya dijual kembali ke Middlesbrough. Kejadian ini menjadi salah satu catatan hitam dalam perjalanan karirnya sebagai seorang pemain profesional, dan seolah menjadi pelajaran bahwa tidak semua transfer akan berakhir dengan sukses.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya