6 Reaksi Doktif Usai Ribut dengan Shella Saukia, Lapor Polisi Soal Dugaan Pemaksaan dan Ancaman Kekerasan

Jagat maya gempar setelah Dokter Detektif atau Doktif diduga dilabrak selebgram sekaligus pengusaha skincare Shella Saukia lalu berujung saling lapor polisi.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 22 Januari 2025, 21:00 WIB
Jagat maya gempar setelah Dokter Detektif atau Doktif diduga dilabrak selebgram sekaligus pengusaha skincare Shella Saukia lalu berujung saling lapor polisi. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi Dokter Detektif)

Liputan6.com, Jakarta Jagat maya gempar setelah Dokter Detektif alias Doktif diduga dilabrak selebgram sekaligus pengusaha skincare Shella Saukia. Insiden ini viral hingga memecah netizen jadi dua kubu: membela Doktif dan sebaliknya, mendukung Shella Saukia.

Keributan yang terjadi di sebuah rumah makan di Jakarta itu berujung laporan polisi. Doktif didampingi kuasa hukum telah membawa insiden ini ke Polda Metro Jaya dengan sejumlah bukti maupun saksi.

Setidaknya ada lima orang yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Mereka dibidik dengan pasal terkait dugaan pemaksaan disertai ancaman kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 KUH Pidana.

Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini merangkai 6 reaksi Doktif setelah diduga dilabrak Shella Saukia. Doktif dikenal sebagai pengulas produk skincare. Konon, ini salah satu sumbu ledak keributan antara Doktif dan Shella Saukia.

 


1. Doktif Minta Maaf

Dokter Detektif alias Doktif saat menggelar konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2025).

Dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta, Doktif minta maaf atas kegaduhan yang muncul di jagat maya. Ia telah menghadiri forum yang digelar BPOM dan mendengar penjelasan Kepala BPOM RI, Profesor dr. Taruna Ikrar.

“Jadi Doktif hadir di sana dengan jelas mendengar yang Prof. Taruna Ikrar jelaskan bahwa tidak pernah ia melarang influencer untuk mereviu. Jelas, ya? Jadi tolong untuk para owner skincare yang tidak suka, ketahuan, jangan menggiring opini atau menggoreng,” katanya.

Doktif kemudian merespons kinerja BPOM bahkan berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai RI-1 telah memilih orang yang tepat untuk mengepalai BPOM RI.

 


2. Tidak Ditemukan Adanya Kesalahan

Dokter Detektif alias Doktif saat menggelar konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2025).

Di depan awak media, berkali Doktif menggarisbawahi pihak BPOM tak pernah melarang influncer mereviu apalagi menceritakan produk seperti yang dilakukannya belakangan ini.

“Jadi Doktif sudah berkonsultasi dengan Badan POM, apakah yang Doktif lakukan kemarin sebelum terjadi pengeroyokan, itu tidak ditemukan adanya kesalahan,” Doktif menyambung.

 


3. Ngaku Di-Bully Bermuka Bopeng

Dokter Detektif alias Doktif saat menggelar konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2025).

Salah satu yang jadi omongan netizen setelah Shella Saukia diduga melabrak Doktif, seorang pria mengatainya bermuka bopeng. Doktif menjelaskan, wajahnya (maaf) bopeng karena dulu intens merawat pasien di era pandemi Covid-19.

“Jadi pada saat live, itu kan ada A. Jadi dia ini dengan lantang sekali mengatakan, mem-bully Doktif muka bopeng, enggak peduli dengan Doktif yang merawat pasien Covid, ketawa sinis seperti itu. Saat di ruang mediasi, apa yang terjadi? Kok A kicep?” ujar Doktif.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya