Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan, Yoon Suk Yeol, tiba untuk menghadiri sidang pemakzulannya di Mahkamah Konstitusi di Seoul pada 21 Januari 2025. (Kim Hong-Ji/POOL/AFP)
Pada sidang ini, Yoon Suk Yeol berpeluang menyampaikan argumennya untuk menjawab pertanyaan terkait upayanya memberlakukan darurat militer yang kemudian dibatalkan. (Kim Hong-Ji/POOL/AFP)
Mahkamah Konstitusi Korea Selatan masih meninjau mosi pemakzulan yang menuduh Yoon Suk Yeol melanggar tugas konstitusional. (Kim Hong-Ji/POOL/AFP)
Para hakim Mahkamah Konstitusi Korea Selatan akan memutuskan apakah Yoon Suk Yeol dicopot dari jabatannya secara permanen atau dikembalikan ke posisinya sebagai Presiden Korea Selatan. (Kim Hong-Ji/POOL/AFP)
Kehadiran Yoon Suk Yeol dalam sidang di Mahkamah Konstitusi Korea Selatan hari ini Selasa (21/01025) ini menjadi pertama kali. (Kim Hong-Ji/POOL/AFP)
Sebelumnya, pada Minggu (19/1/2025) pagi waktu setempat, Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan, Yoon Suk Yeol, secara resmi ditahan. (Kim Hong-Ji/POOL/AFP)
Penahanan Yoon Suk Yeol memicu kerusuhan di Pengadilan Distrik Seoul Barat, puluhan pendukungnya menghancurkan pintu dan jendela utama pengadilan. (Kim Hong-Ji/POOL/AFP)
Yoon Suk Yeol juga berpotensi menghadapi tuduhan pemberontakan terkait dengan deklarasi darurat militer pada 3 Desember 2024 lalu. (Kim Hong-Ji/POOL/AFP)