Pemerintah mengaku telah melirik dua daerah lain di Indonesia, yakni Sukabumi, Jawa Barat, dan Sidrat, Sulawesi Selatan, menyusul proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Samas, Yogyakarta.
Bahkan disebut-sebut, PLTB di daerah pantai di Sukabumi bakal memproduksi hingga 200 mega watt listrik, lebih besar dari proyek pertama PLTB Samas, yang memproduksi 50 megawatt (MW).
Staf Ahli Menteri Bidang Kelembagaan dan Perencanaan Strategis, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja, menuturkan pemerintah saat ini memang tengah mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) agar tercipta lingkungan yang lebih ramah lingkungan.
"Jadi akan ada 3 proyek PLTB, setelah Samas, nanti ada di Sidrat, Sulawesi. Setelah Sidrat berhasil, kita bergerak ke Sukabumi," tuturnya, Rabu (15/5/2013).
Wira juga menyebut listrik yang dihasilkan PLTB Sidrat rencananya akan lebih besar dari yang diproduksi Samas. Sementara itu, PLTB Sukabumi nantinya bisa memproduksi listrik sampai 200 MW.
Sebagaimana diketahui, pemerintah bakal segera memulai pembangunan proyek PLTB di daerah Samas, Bantul, Yogyakarta. Menggunakan lahan hibah dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, proyek ini bakal membangun sekitar 22-25 menara berkapasitas produksi masing-masing 2 MW. Dengan begitu, PLTB Samas menjadi pembangkit listrik tenaga angin pertama yang beroperasi di Indonesia.
Proyek yang terletak tak jauh dari proyek penelitian angin Menristek ini, mendatangkan investor asing berbendera UPC. Sayangnya, karena masih baru, kandungan lokalnya masih 35%, sementara asing 65%.
"Tapi tadi pak Menteri bilang, harapan kita ke depan, dalam proyek-proyek semacam ini kandungan lokalnya bisa sampai 50-60%," pungkasnya. (Est/Shd)
Bahkan disebut-sebut, PLTB di daerah pantai di Sukabumi bakal memproduksi hingga 200 mega watt listrik, lebih besar dari proyek pertama PLTB Samas, yang memproduksi 50 megawatt (MW).
Staf Ahli Menteri Bidang Kelembagaan dan Perencanaan Strategis, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja, menuturkan pemerintah saat ini memang tengah mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) agar tercipta lingkungan yang lebih ramah lingkungan.
"Jadi akan ada 3 proyek PLTB, setelah Samas, nanti ada di Sidrat, Sulawesi. Setelah Sidrat berhasil, kita bergerak ke Sukabumi," tuturnya, Rabu (15/5/2013).
Wira juga menyebut listrik yang dihasilkan PLTB Sidrat rencananya akan lebih besar dari yang diproduksi Samas. Sementara itu, PLTB Sukabumi nantinya bisa memproduksi listrik sampai 200 MW.
Sebagaimana diketahui, pemerintah bakal segera memulai pembangunan proyek PLTB di daerah Samas, Bantul, Yogyakarta. Menggunakan lahan hibah dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, proyek ini bakal membangun sekitar 22-25 menara berkapasitas produksi masing-masing 2 MW. Dengan begitu, PLTB Samas menjadi pembangkit listrik tenaga angin pertama yang beroperasi di Indonesia.
Proyek yang terletak tak jauh dari proyek penelitian angin Menristek ini, mendatangkan investor asing berbendera UPC. Sayangnya, karena masih baru, kandungan lokalnya masih 35%, sementara asing 65%.
"Tapi tadi pak Menteri bilang, harapan kita ke depan, dalam proyek-proyek semacam ini kandungan lokalnya bisa sampai 50-60%," pungkasnya. (Est/Shd)