Ini Alasan Erick Thohir Tunjuk Patrick Kluivert Jadi Pengganti Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyiratkan alasan penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru menggantikan Shin Tae-yong didorong oleh beberapa faktor, termasuk kultur dan komunikasi.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiperbarui 07 Januari 2025, 12:15 WIB
Legenda Barcelona, Patrick Kluivert, bakal didapuk sebagai pelatih baru Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong. (AFP/FRANCK FIFE)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia segera memulai era baru di awal tahun 2025. Hal itu lantaran PSSI telah memecat pelatih Shin Tae-yong dan menunjuk juru taktik anyar asal Belanda untuk menjadi penggantinya.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dalam konferensi pers yang mengumumkan diberhentikannya STY pada Senin (6/1/2025) siang WIB, masih enggan membeberkan secara gamblang sosok tersebut.

Walau begitu, dia membenarkan bahwa semula ada tiga kandidat yang diwawancarai, dengan Patrick Kluivert merupakan salah satunya.

"Untuk pelatih-pelatih yang di-interview memang ada 3 nama waktu itu, berikut beberapa asisten untuk opsi pendamping pelatih karena kita yakini pelatih tidak ada yang sempurna. Masing-masing pelatih punya kekurangannya. Memang salah satu kandidat yang saya interview, disebutkan namanya tadi (Patrick Kluivert)," ujar Erick Thohir di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2025) siang WIB.

Pakar transfer Fabrizio Romano di sisi lain juga telah membocorkan kandidat pelatih kepala baru Timnas Indonesia yang mengerucut pada nama Patrick Kluivert. PSSI berencana memperkenalkan secara resmi sosok anyar ini lewat jumpa pers, Minggu (12/1/2025).

"Patrick Kluivert segera meneken kontrak menjadi pelatih timnas Indonesia, kesepakatan tercapai. (Durasi konrak) dua tahun plus dua tahun, dengan presentasi pada 12 Januari di Indonesia. Targetnya adalah lolos dari kualifikasi Piala Dunia," beber Romano melalui cuitannya di X.


Alasan PSSI Tunjuk Patrick Kluivert

Direktur Akademi Barcelona Patrick Kluivert. (foto: https://www.instagram.com/patrickkluivert9)

Erick Thohir pun sempat membeberkan alasannya mempercayakan sosok pelatih Belanda untuk menukangi Timnas Indonesia. Faktor komunikasi dan kultur turut jadi faktor pertimbangan, mengingat banyak pemain utama skuad Garuda memiliki garis keturunan Belanda-Indonesia.

"Ya banyak pilihan, bisa Italia, bisa Spanyol, tapi kan tentu dengan jeda 2,5 bulan kita harus berusaha menjaga dinamika," papar Ketum PSSI Erick Thohir kepada awak media, Senin (6/1/2025).

"Dinamika yang ada selama ini mengenai kultur, mengenai komunikasi, ini yang harus kita jaga, ini yang menjadi pertimbangannya," sambung pria yang merangkap sebagai Menteri BUMN itu.


Terkesan dengan Komitmen Pelatih Baru

2. Patrick Kluivert - Patrick Kluivert berhasil meraih gelar juara La Liga pada musim pertamanya di Barcelona. Pemain asal Belanda ini menorehkan 122 gol dari 257 pertandingannya bersama Barcelona. (AFP/Lluis Gene)

Secara spesifik, Erick Thohir juga menyiratkan pihaknya terkesan dengan keseriusan serta komitmen kandidat pelatih yang ditunjuk menjadi pengganti Shin Tae-yong di timnas.

Lanjut Baca:

Pasalnya saat proses rekrutmen, dia tetap mau menghadiri wawancara dengan Ketum PSSI, meski sedang berada dalam tengah momen hari raya Natal. "Saya mendapat izin dari Bapak Presiden (pergi) 5 hari ke sebuah negara di Eropa untuk buka warung istilahnya, interview dan lain-lain dari tanggal 25 sampai 30. Kesempatan itu yang saya pakai karena memang dalam meng-interview pelatih tidak bisa dilakukan melalui video conference karena tidak dapat chemistry-nya, harus duduk one on one," ungkap Erick. "Dan bahkan sebenarnya yang saya tawarkan juga sengaja (interview) di tanggal 25, yaitu hari Natal. Bukan saya tidak menghormati hari besar, hanya saja itu bagian untuk kita mengetes keseriusan dan komitmen." "Saya mendarat pukul 6.10 pagi, pukul 10 sudah buka warung. Dari tiga pelatih, ada 1 yang datang. Itu yang saya lihat poinnya lebih, walau habis interview, dia pulang lagi ke negaranya karena hari Natal kita harus hormati. Saya juga tidak mau makan waktu, biasanya interview 2 sampai 2,5 jam cukup saya rasa," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya