Kaleidoskop 2024: Quattrick Gelar Liga Inggris, Manchester City Menuju Immortalitas

Manchester City mengarungi 2024 dengan roller coaster. Walau saat ini tengah terpuruk, klub sempat berada di titik tertinggi pada pertengahan tahun lewat capaian gelar Liga Inggris.

oleh Rahmat FathurahmanDiterbitkan 28 Desember 2024, 01:00 WIB
Manchester City berhasil memetik kemenangan 3-1 atas tamunya West Ham United di Etihad Stadium pada pekan terakhir Liga Inggris 2023/2024 yang digelar serentak pada Minggu (19/5/2023). Tiga gol kemenangan The Citizens dicetak lewat brace Phil Foden ditambah satu gol dari Rodri, sementara sang tamu hanya mampu mencetak satu gol lewat Mohammed Kudus. Kemenangan ini memastikan Manchester City merebut gelar juara Liga Inggris 2023/2024 dengan raihan 91 poin di klasemen akhir, unggul 2 poin dari Arsenal sebagai runner-up. Gelar ini sekaligus menjadi yang keempat berturut-turut sejak 2020/2021, sebuah torehan yang belum pernah dilakukan klub Inggris mana pun sepanjang sejarah. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester City mengarungi 2024 dengan roller coaster. Walau saat ini tengah terpuruk, klub sempat berada di titik tertinggi pada pertengahan tahun lewat capaian gelar Liga Inggris

Torehan tersebut berawal pada pertengahan 2023 seiring dimulainya musim baru. Striker andalan Erling Haaland langsung menunjukkan ketajamannya lewat dua gol spektakuler di pertandingan pembuka melawan Burnley.

Selain Haaland, Kevin De Bruyne dan Julian Alvarez menciptakan kombinasi mematikan di lini tengah. De Bruyne membuktikan kelasnya sebagai pemain dengan assist terbanyak, sementara Alvarez tampil konsisten dengan gol-gol pentingnya.

Phil Foden tampil memukau dengan kontribusi 19 gol dan 8 assist sepanjang musim. Pemain muda Inggris ini menunjukkan kematangan luar biasa dalam setiap penampilannya di lapangan.

Lini pertahanan City turut tampil solid dengan duet Ruben Dias dan Nathan Ake sebagai pilar utama. Ederson melengkapi pertahanan kokoh ini dengan penampilan apiknya di bawah mistar.


Tantangan di Tengah Musim

Dua pemain Manchester City, Phil Foden dan Julian Alvarez. (Bola.com/Dok.AFP/OLI SCARFF).

City menghadapi ujian berat dengan padatnya jadwal periode Natal dan Tahun Baru. Guardiola membuktikan kehebatannya dalam merotasi pemain, menjalani enam pertandingan awal tanpa kekalahan dengan performa konsisten.

Cedera Haaland di penghujung tahun tidak mengganggu performa tim berkat penampilan gemilang Julian Alvarez yang menyumbang 11 gol dan 9 assist. Rodri dan Kovacic memberikan keseimbangan sempurna di lini tengah.

Kekalahan dramatis 2-0 dari Wolves dan 1-0 dari Arsenal menjadi catatan kelam pertama City musim ini. Namun, Guardiola berhasil mengubah kekalahan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi tim.

City bangkit dengan torehan kemenangan beruntun melawan Brighton, Manchester United, dan Bournemouth, menciptakan momentum positif yang mengagumkan.


Momentum Menuju Gelar

Pemain Manchester City, Erling Haaland, berusaha melepaskan diri dari adangan pemain Everton pada laga Premier League 2023/2024 pekan 24 di Stadion Etihad, Sabtu (10/2/2024). (AFP/Darren Staples)

Awal tahun menjadi periode dominasi City dengan kembalinya Haaland yang menggemparkan persepakbolaan modern. Performanya yang luar biasa memantapkan posisinya sebagai penyerang paling ditakuti di Premier League.

John Stones memberikan dimensi baru sebagai gelandang bertahan dalam skema taktik Guardiola. Bernardo Silva turut berkontribusi besar dengan penampilan cemerlangnya di lapangan.

Tanggal 13 Mei memantapkan posisi City di puncak klasemen dengan keunggulan dua poin. Kemenangan krusial atas Tottenham berkat gol telat Josko Gvardiol semakin mendekatkan City pada gelar juara.

Lanjut Baca:

Pertahanan City semakin solid dengan Walker dan Cancelo yang hanya kebobolan empat gol dalam delapan pertandingan terakhir. Keseimbangan tim menjadi kunci utama kesuksesan mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya