Liputan6.com, Surabaya: DPRD Jawa Timur akan menggelar pesta demokrasi pemilihan gubernur Jawa Timur periode 2003-2008, Kamis besok. Berbagai kesiapan sejak kemarin sudah dilakukan mulai gladi bersih cara memilih, serta proses pengamanan saat melaksanakan pemilihan. Bahkan mulai Rabu (16/7) ini, Gedung DPRD di Jalan Indrapura, Surabaya, dinyatakan steril dan tertutup bagi umum. Langkah ini sebagai bagian pengamanan dari Kepolisian Daerah Jatim dengan dana mencapai Rp 1 miliar. "Satu M [miliar] sudah turun dan sudah diterima Polda Jatim," kata Ketua Pemilihan Gubernur Bisrie Abdul Djalil di Surabaya, baru-baru ini.
Menurut Bisrie, secara keseluruhan acara ini menelan biaya hingga Rp 2,5 miliar, mulai penyusunan tata tertib, penjaringan, penyaringan, hingga proses pemilihan. Tidak termasuk dana pengamanan. Dana pengamanan secara khusus untuk mengamankan lokasi pemilihan dengan dibagi tiga ring yang melibatkan 2.000 personel. Selain itu sejak sepekan silam, 100 anggota Dewan juga sudah mendapat pengawalan tertutup dari anggota kepolisian. Bisrie menjelaskan, penutupan Gedung DPRD dari umum juga untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan bom.
Calon gubernur Jatim yang ikut pemilihan tersebut yakni Imam Utomo dan Soenaryo yang dicalonkan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Fraksi Gabungan. Pasangan Abdul Kahfi dan Ridwan Hisyam yang dijagokan Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Fraksi Partai Golongan Karya.
Pemilihan gubernur Jatim ini cukup menyedot elite politik dari pusat. Buktinya, Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Abdurrahman Wahid alias Gus Dur merasa perlu bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung. Agenda pertemuan yang dihadiri sejumlah fungsionaris PKB dan Golkar ini adalah membahas calon gubernur Jatim [baca: Gus Dur-Akbar Bertemu Membahas Calon Gubernur Jatim].
Usai pertemuan, Akbar dan Gus Dur sama-sama mendukung pencalonan Abdul Kahfi dan Ridwan Hisyam satu paket menjadi orang nomor satu dan dua di Jatim. Akbar mengaku telah melobi fraksi-fraksi lain di DPRD Jatim untuk mendukung duet Kahfi dan Ridwan. Dengan menguasai 44 kursi dari 100 kursi di DPRD, duet Golkar-PKB hanya tinggal mencari tujuh kursi tambahan untuk menaikkan Kahfi dan Ridwan sebagai gubernur dan wagub Jatim 2003-2008.(DEN/Hasan Sentot dan Winanto)
Menurut Bisrie, secara keseluruhan acara ini menelan biaya hingga Rp 2,5 miliar, mulai penyusunan tata tertib, penjaringan, penyaringan, hingga proses pemilihan. Tidak termasuk dana pengamanan. Dana pengamanan secara khusus untuk mengamankan lokasi pemilihan dengan dibagi tiga ring yang melibatkan 2.000 personel. Selain itu sejak sepekan silam, 100 anggota Dewan juga sudah mendapat pengawalan tertutup dari anggota kepolisian. Bisrie menjelaskan, penutupan Gedung DPRD dari umum juga untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan bom.
Calon gubernur Jatim yang ikut pemilihan tersebut yakni Imam Utomo dan Soenaryo yang dicalonkan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Fraksi Gabungan. Pasangan Abdul Kahfi dan Ridwan Hisyam yang dijagokan Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Fraksi Partai Golongan Karya.
Pemilihan gubernur Jatim ini cukup menyedot elite politik dari pusat. Buktinya, Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Abdurrahman Wahid alias Gus Dur merasa perlu bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung. Agenda pertemuan yang dihadiri sejumlah fungsionaris PKB dan Golkar ini adalah membahas calon gubernur Jatim [baca: Gus Dur-Akbar Bertemu Membahas Calon Gubernur Jatim].
Usai pertemuan, Akbar dan Gus Dur sama-sama mendukung pencalonan Abdul Kahfi dan Ridwan Hisyam satu paket menjadi orang nomor satu dan dua di Jatim. Akbar mengaku telah melobi fraksi-fraksi lain di DPRD Jatim untuk mendukung duet Kahfi dan Ridwan. Dengan menguasai 44 kursi dari 100 kursi di DPRD, duet Golkar-PKB hanya tinggal mencari tujuh kursi tambahan untuk menaikkan Kahfi dan Ridwan sebagai gubernur dan wagub Jatim 2003-2008.(DEN/Hasan Sentot dan Winanto)