Liputan6.com, Jakarta: Secara umum, Tim Gegana Brigade Mobil Polri mengidentifikasi bom yang meledak pada malam Natal dirakit secara tradisional. Peralatan dan bahan bakunya juga cukup sederhana. Sebagai contoh, bahan peledak jenis belerang gampang ditemukan di toko-toko kimia. Di tambah lagi, merakit bom bukanlah keterampilan yang baru bagi masyarakat Indonesia. Sejak dahulu masyarakat di beberapa daerah mencari ikan dengan bom yang dirakit sendiri. Demikian ditegaskan Wakil Komandan Korps Brimob Senior Superintendent F. Tarigan dalam dialog Liputan SCTV yang dipandu Nunung Setyani, Selasa (2/1) siang.
Menurut Tarigan, meskipun dibuat secara konvensionl, bom tersebut tetap sangat berbahaya. Buktinya, pengeboman di malam Natal banyak menelan korban. Menurut Tarigan, bom tersebut tak berbeda jauh dengan petasan. Namun, karena tujuannya melukai korban, bom tersebut dimasukkan material lain, sebut saja pasir, paku, ring seher, dan logam lainnya.
Dia berpendapat, aksi pengeboman di beberapa daerah terjadi lantaran masyarakat terampil dan mudah mendapatkan bahan peledak. Dengan demikian, lanjut Tarigan, kini di setiap Satuan Brimob Kepolisian Daerah selalu siap dengan tim penjinak bom. Namun, hanya di beberapa daerah tertentu yang mendapatkan prioritas dan mempunyai peralatan yang lebih lengkap.
Karena itu, Tarigan berharap masyarakat mau membantu polisi. Dia menyarankan, bila menemukan hal-hal yang mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melapor ke Kepolisian terdekat atau langsung ke Markas Brimob. Bahkan, bila barang yang dicurigai itu diperkirakan bom, masyarakat harus mengamankan lokasi setempat dari radius 30 meter.(YYT)
Menurut Tarigan, meskipun dibuat secara konvensionl, bom tersebut tetap sangat berbahaya. Buktinya, pengeboman di malam Natal banyak menelan korban. Menurut Tarigan, bom tersebut tak berbeda jauh dengan petasan. Namun, karena tujuannya melukai korban, bom tersebut dimasukkan material lain, sebut saja pasir, paku, ring seher, dan logam lainnya.
Dia berpendapat, aksi pengeboman di beberapa daerah terjadi lantaran masyarakat terampil dan mudah mendapatkan bahan peledak. Dengan demikian, lanjut Tarigan, kini di setiap Satuan Brimob Kepolisian Daerah selalu siap dengan tim penjinak bom. Namun, hanya di beberapa daerah tertentu yang mendapatkan prioritas dan mempunyai peralatan yang lebih lengkap.
Karena itu, Tarigan berharap masyarakat mau membantu polisi. Dia menyarankan, bila menemukan hal-hal yang mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melapor ke Kepolisian terdekat atau langsung ke Markas Brimob. Bahkan, bila barang yang dicurigai itu diperkirakan bom, masyarakat harus mengamankan lokasi setempat dari radius 30 meter.(YYT)