Gelandang Manchester City, Samir Nasri mengaku hampir mau menangis saat dirinya mendapat kritikan pedas dari bebebrapa orang termasuk manajer timnya sendiri, Roberto Mancini. Nasri menyatakan dirinya kala itu terlalu percaya diri hingga tak mau mengikuti anjuran yang diberikan beberapa orang untuknya.
"Saya pernah menyikapi nasehat Mancini dengan cara yang salah. Kadang saya berpikir tak butuh dirinya. Saya merasa sudah tampil dengan sangat profesional. Namun ketika saya pulang, saya kembali menyaksikan pertandingan yang dimainkan. Saya sempat bermain baik. Namun saya juga beberapa kali tampil buruk," ucapnya.
"Selama delapan bulan saya menanggapi kritikan dengan hal buruk. Tapi saya coba mengerti apa yang manajer katakan. Saya hampir frustasi. Saya juga ingin menangis dan saya marah pada diri sendiri," ujarnya menambahkan.
Salah satu penampilan buruk Nasri terjadi saat City jumpa tim sekota, Manchester United, 9 Desember tahun lalu. Saat itu, City sempat menyamakan kedudukan setelah tertinggal dua gol lebih dulu. Tapi di menit-menit akhir, tendangan bebas Robin Van Persie menyentuh kaki Nasri hingga bola akhirnya tak dapat dijangkau kiper City. Secara dramatis, MU menang 3-2.
"Bagaimana saya bisa melakukan itu? itu adalah laga derby dan kami sempat menahan imbang dengan mengikuti beberapa poin di belakang mereka. Tapi mereka mampu menang dan itu jadi momen terbesar dalam perburuan gelar musim ini. Saya tak tahu apa yang ada di kepala saya saat itu. Sesudah laga tersebut, saya tak tahu sampai berapa kali saya berpikir. Akhirnya saya mematikan tv. Ayah saya lalu berkata 'mengapa kau takut bola? apakah itu akan membakarmu?," jelasnya.
"Sebelumnya, saya tak pernah bisa menerima kritikan publik. Tapi akhirnya Mancini mengatakan kalau dia menginginkan yang terbaik dari para pemainnya. Di lapangan kami harus menang, jika tidak begitu, dia akan dipecat," lanjutnya lagi.
Di semua ajang musim ini Nasri sudah mencatatkan penampilan sebanyak 35 kali. Dari kesempatannya itu, ia mampu mengukir empat gol. Setelah kehilangan tahta Liga Premier, kans Nasri dan kawan-kawannya untuk merebut juara musim ini belumlah berakhir. Sebab, pasukan Manchester biru masih memiliki peluang besar untuk merebut gelar FA Cup musim ini. (BT)
Advertisement