Liputan6.com, Manila: Faturrahman Al-Ghozi, warga negara Indonesia tersangka kasus terorisme, kabur bersama sejumlah gerilyawan Moro dari tahanan Penjara Camp Crame Filipina, Senin (14/7), antara pukul 03.00-05.00 waktu setempat. Belum ada penjelasan mengenai penyebab lolosnya terpidana 17 tahun penjara dalam kasus kepemilikan bahan peledak dan pemalsuan dokumen perjalanan.
Faturrahman disebut-sebut sebagai anggota Jamaah Islamiyah dan terkait dengan jaringan teroris internasional Al-Qaeda. Pria kelahiran Madiun 17 Desember 1971 ini juga sempat mondok di Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo, Jawa Tengah. Pesantren ini dipimpin Ustad Abu Bakar Ba`asyir yang juga disebut-sebut sebagai petinggi JI yang kini menjadi terdakwa dalam kasus pelanggaran imigrasi dan makar [baca: Penahanan Ba`asyir dan Skenario Asal Senang].
Nama Faturrahman mencuat menjadi orang nomor satu yang paling dicari di Filipina, menyusul pengeboman yang meluluhlantakkan sebuah Stasiun Kereta Api Metro Manila [baca: Filipina Diguncang Bom Beruntun, 14 Tewas]. Saat itu 22 orang tewas. Selanjutnya polisi dapat menangkap Faturrahman di kawasan Quezon, Quiapo, Manila. Dalam penggerebekan itu polisi menemukan satu ton bahan peledak, 300 detonator, dan 17 senapan M-16 [baca: Benarkah Fathur Sang Teroris?].(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)
Faturrahman disebut-sebut sebagai anggota Jamaah Islamiyah dan terkait dengan jaringan teroris internasional Al-Qaeda. Pria kelahiran Madiun 17 Desember 1971 ini juga sempat mondok di Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo, Jawa Tengah. Pesantren ini dipimpin Ustad Abu Bakar Ba`asyir yang juga disebut-sebut sebagai petinggi JI yang kini menjadi terdakwa dalam kasus pelanggaran imigrasi dan makar [baca: Penahanan Ba`asyir dan Skenario Asal Senang].
Nama Faturrahman mencuat menjadi orang nomor satu yang paling dicari di Filipina, menyusul pengeboman yang meluluhlantakkan sebuah Stasiun Kereta Api Metro Manila [baca: Filipina Diguncang Bom Beruntun, 14 Tewas]. Saat itu 22 orang tewas. Selanjutnya polisi dapat menangkap Faturrahman di kawasan Quezon, Quiapo, Manila. Dalam penggerebekan itu polisi menemukan satu ton bahan peledak, 300 detonator, dan 17 senapan M-16 [baca: Benarkah Fathur Sang Teroris?].(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)