Cahaya Light Stick K-Pop Warnai Desakan Pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 13 Desember 2024, 17:05 WIB
Cahaya Light Stick K-Pop Warnai Desakan Pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol
Pemimpin oposisi Korea Selatan pada 13 Desember 2024 mendesak anggota parlemen dari partai yang berkuasa untuk berpihak pada rakyat dan memakzulkan Presiden Yoon Suk Yeol. Desakan pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol terkait upayanya memberlakukan situasi darurat militer. Namun upaya tersebut gagal beberapa jam setelah diumumkan. Dikabarkan, Presiden Yoon Suk Yeol akan menghadapi pemungutan suara pemakzulan kedua di parlemen yang diperkirakan akan dilaksanakan pada Sabtu (14/12/2024). Pemungutan suara parlemen kedua untuk memakzulkan Presiden Yoon Suk Yeol diperkirakan akan berlangsung sengit.
Salah satu pengunjuk rasa melambaikan tongkat cahaya (light stick) saat mereka mengambil bagian dalam protes yang menyerukan penggulingan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol di sebuah jalan dekat Majelis Nasional di Seoul pada tanggal 13 Desember 2024. (Jung Yeon-je/AFP)
Pemimpin oposisi Korea Selatan pada 13 Desember 2024 mendesak anggota parlemen dari partai yang berkuasa untuk berpihak pada rakyat dan memakzulkan Presiden Yoon Suk Yeol. (Jung Yeon-je/AFP)
Desakan pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol terkait upayanya memberlakukan situasi darurat militer. Namun upaya tersebut gagal beberapa jam setelah diumumkan. (Jung Yeon-je/AFP)
Kini, Presiden Yoon Suk Yeol akan menghadapi pemungutan suara pemakzulan kedua di parlemen yang diperkirakan akan dilaksanakan pada Sabtu (14/12/2024). (Jung Yeon-je/AFP)
Upaya pemakzulan ini menjadi yang kedua setelah upaya pemungutan suara pertama yang dilaksanakan pada pekan lalu gagal memakzulkan Presiden Yoon Suk Yeol. (Jung Yeon-je/AFP)
Diperkirakan pemungutan suara parlemen kedua yang tampaknya akan berlangsung sengit. (Jung Yeon-je/AFP)
Sebelumnya, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, pada Kamis (11/12/2024), mengeluarkan kecaman kepada lawan-lawan politiknya sebagai kekuatan anti-negara. (Jung Yeon-je/AFP)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya