Liputan6.com, Jambi: Masdur, pelatih tentara Gerakan Aceh Merdeka wilayah Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam menyerahkan diri ke Markas Komando Daerah Militer 0415 Batanghari di kawasan Puncak, Jambi, baru-baru ini. Masdur yang datang sendiri mengaku, sebelum menyerahkan diri, dia akan diangkat sebagai Panglima Muda GAM wilayah Simpang Gajah.
Sebelumnya, lelaki berumur 40 tahun ini mengaku kabur dari Aceh sekitar empat bulan silam. Ia sempat beberapa kali ganti nama yaitu Abdullah, Karmadi, dan Ji Samsu. Terakhir, ia berhasil membuat kartu tanda penduduk palsu dan tercatat sebagai warga Desa Pudak, Kecamatan Pagar Alam, Sumatra Selatan. Masdur mengaku ahli membuat ranjau darat dan pernah menjalani pendidikan militer di Libya selama setahun.
Menurut Komandan Rayon Militer 042 Garuda Putih Jambi Kolonel (CZI) Mulhim Asyrof, penyerahan diri Masdur adalah buntut penangkapan dua rekannya yaitu Marzuki dan Musa, 19 Juni silam. Mulhim memperkirakaan, masih banyak anggota GAM yang melarikan diri ke Jambi. Untuk itu, Danramil meminta mereka segera menyerahkan diri.
Di NAD, Pasukan Batalyon Kavaleri I Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat terus mengintensifkan penyisiran terhadap kendaraan yang hendak memasuki Bireun, Aceh Utara. Selain angkutan umum, mobil pribadi juga diperiksa. Mereka yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk Merah Putih dimintai keterangan. Setelah itu, mereka diperbolehkan kembali melanjutkan perjalanan. Sweeping dilakukan untuk mencegah masuknya anggota GAM ke dalam kota menyusul penghadangan dan pembakaran bus di Lhok Sukon, Aceh Utara [baca: Baku Tembak di Pidie, Seorang Anggota GAM Terluka].(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)
Sebelumnya, lelaki berumur 40 tahun ini mengaku kabur dari Aceh sekitar empat bulan silam. Ia sempat beberapa kali ganti nama yaitu Abdullah, Karmadi, dan Ji Samsu. Terakhir, ia berhasil membuat kartu tanda penduduk palsu dan tercatat sebagai warga Desa Pudak, Kecamatan Pagar Alam, Sumatra Selatan. Masdur mengaku ahli membuat ranjau darat dan pernah menjalani pendidikan militer di Libya selama setahun.
Menurut Komandan Rayon Militer 042 Garuda Putih Jambi Kolonel (CZI) Mulhim Asyrof, penyerahan diri Masdur adalah buntut penangkapan dua rekannya yaitu Marzuki dan Musa, 19 Juni silam. Mulhim memperkirakaan, masih banyak anggota GAM yang melarikan diri ke Jambi. Untuk itu, Danramil meminta mereka segera menyerahkan diri.
Di NAD, Pasukan Batalyon Kavaleri I Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat terus mengintensifkan penyisiran terhadap kendaraan yang hendak memasuki Bireun, Aceh Utara. Selain angkutan umum, mobil pribadi juga diperiksa. Mereka yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk Merah Putih dimintai keterangan. Setelah itu, mereka diperbolehkan kembali melanjutkan perjalanan. Sweeping dilakukan untuk mencegah masuknya anggota GAM ke dalam kota menyusul penghadangan dan pembakaran bus di Lhok Sukon, Aceh Utara [baca: Baku Tembak di Pidie, Seorang Anggota GAM Terluka].(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)