Arkiv Vilmansa Hadirkan Instalasi Paus Raksasa di Tanah Lot, Perpaduan Seni dan Pelestarian Laut

Arkiv Vilmansa tampil dalam acara Widya Segara di Tanah Lot, Bali.

oleh Aditia SaputraDiperbarui 07 Desember 2024, 17:27 WIB
Arkiv Vilmansa tampil dalam acara Widya Segara di Tanah Lot, Bali.

Liputan6.com, Jakarta Arkiv Vilmansa, seniman kontemporer ternama yang juga dikenal dalam dunia fesyen, kembali menghadirkan karya spektakuler melalui acara bertajuk "Widya Segara". Acara ini dijadwalkan berlangsung di Tanah Lot, Bali, dengan menampilkan instalasi seni yang unik dan penuh makna. Dalam proyek ini, Arkiv mempersembahkan sebuah instalasi berbentuk paus raksasa yang memiliki panjang 30 meter, tinggi 9 meter, dan lebar 12 meter. 

Instalasi tersebut didesain untuk menggambarkan kekayaan maritim Nusantara sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian lautan Indonesia. Lokasi di Tanah Lot, yang terkenal dengan keindahan alam dan nilai spiritualnya, dipilih karena sejarah hubungan manusia dengan paus di kawasan Tabanan. Proyek ini diharapkan dapat memberikan pengalaman apresiasi seni yang berbeda serta meningkatkan kesadaran budaya dan lingkungan secara atraktif dan interaktif.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi Arkiv Vilmansa dengan E-Motion Entertainment dan Galeri Zen 1. E-Motion Entertainment, yang sebelumnya dikenal di bidang musik, film, televisi, dan teknologi digital, kini memperluas cakupannya ke dunia seni rupa. CEO E-Motion Entertainment, Arnold Jaguar Limasnax, menyatakan bahwa "Widya Segara" adalah bagian dari komitmen untuk mendukung industri kreatif Indonesia. 

“Dari awal, kami selalu mendukung industri kreatif anak bangsa. Mulai dari musik, film, dan sekarang seni rupa, semua ini adalah upaya untuk memajukan industri kreatif Indonesia. Widya Segara adalah gerakan yang membanggakan, membawa pesan untuk dunia melalui seni,” ujar Arnold dalam keterangan tertulisnya.

 


Menjaga Kelestarian

Arkiv Vilmansa tampil dalam acara Widya Segara di Tanah Lot, Bali.

Arnold juga mengimbau masyarakat dan seniman lokal untuk terus menjaga kelestarian alam laut Indonesia. “Cintai dan berbanggalah atas kekayaan laut Indonesia. Jagalah kelestariannya melalui kesenian yang menginspirasi. Pesan ini dapat menyebar luas dan menginspirasi seniman lokal lainnya untuk berkarya dengan pesan positif,” tambahnya.

Sebagai pemilik Galeri Zen 1, Nicolaus Kuswanto merasa memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung aspirasi Arkiv. “Tugas saya adalah menjembatani karya seniman Arkiv yang sudah mendunia. Tahun depan, kami akan mengangkat tema biota laut yang mencerminkan kekayaan alam Indonesia, tidak lagi mengambil inspirasi dari kebaratan,” ujar Nicolaus.

Lanjut Baca:

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kelestarian biota laut yang menjadi inspirasi dalam karya seni. Hal ini sejalan dengan tema "Widya Segara" yang bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem bawah laut. “Seniman harus menyadari bahwa biota laut yang mereka tampilkan harus tetap dilestarikan. Hal ini menjadi relevan dengan tema pelestarian laut yang diusung acara ini,” jelasnya. Inspirasi instalasi ini bermula dari pengalaman Arkiv beberapa tahun lalu saat mengunjungi pantai-pantai indah di luar negeri. Ia menyadari bahwa Indonesia memiliki pantai yang jauh lebih indah dan kaya akan potensi seni yang bisa dieksplorasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya