Keberhasilan Juventus meraih scudetto musim ini melahirkan kesan tersendiri buat Gianluggi Buffon. Kiper yang juga jadi andalan di timnas Italia itu mengaku kalau dirinya semakin bahagia memperkuat Juventus. Bagi Buffon, Juventus sudah dianggap sebagai bagian keluarganya sendiri.
"Juventus membuat saya berjuang dan berkomitmen hingga akhirnya saya mendapatkan kehidupan yang sukses. Ini adalah keluarga saya dan di sini saya juga membantu orang-orang untuk tinggal di dalamnya. Ini merupakan suatu pilihan hidup," ungkapnya.
Setelah Alessandro Del Piero hengkang musim lalu, Buffon resmi ditunjuk sebagai kapten tim. Meski dinilai cerdas dalam memimpin skuat I Bianconerri, Buffon justru merendah. Baginya, kapten sejati adalah seorang yang bisa memimpin rekan-rekannya baik di dalam maupun di luar lapangan.
"Hanya dengan mengenakan ban kapten, saya tak serta merta merasa sebagai kapten tim. Seorang kapten sesungguhnya adalah mereka yang bisa memainkan peranan penting buat tim di lapangan dan di ruang ganti," jelas kiper berusia 35 tahun tersebut.
Bicara soal sosok Antonio Conte, pelatih Juve yang sukses mengantarkan gelar scudetto dua musim berturut-turut, Buffon dengan lantang memujinya. Di mata Buffon, Conte adalah pelatih terbaik yang pernah bekerja sama dengannya.
"Saya tak ingin menjadi sesuatu yang membosankan. Namun saya pikir pelatih telah memiliki dampak yang ikut menantukan karier saya. Saya harus mengatakan kalau Antonio Conte adalah pelatih terbaik," tuturnya.
"Dalam ruang yang singkat, dia mampu memberikan nafas baru ke dalam tubuh tim. Dalam dua musim dia melakukan hal yang terbaik," tambahnya.
Buffon mendarat di Juve pada Juli 2001 lalu. Ia diboyong dari Parma dengan harga 49 juta euro atau senilai 623 miliar rupiah. Selama 12 tahun membela Juve, Buffon sukses merasakan lima gelar scudetto Serie A, satu juara Serie B, dan tiga piala super Italia. (FI)
Advertisement