Liputan6.com, Jakarta - Sepak bola nasional tengah berduka. Legenda Timnas Indonesia dan Persebaya Surabaya, Rudy Keltjes, meninggal dunia. Berita ini mengejutkan banyak pihak, terutama bagi para penggemar sepak bola Tanah Air.
PSSI menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Rudy Keltjes, yang pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia antara tahun 1975 hingga 1983.
Advertisement
Dalam sebuah pernyataan di akun Instagram resmi, PSSI menulis, "Hati dan pikiran kami bersama keluarga dan kerabat terdekat dari mendiang Ruddy William Keltjes di waktu yang teramat berat ini. Doa terbaik untuk almarhum." Pernyataan ini menunjukkan betapa besar pengaruh Rudy Keltjes dalam dunia sepak bola Indonesia.
Rudy Keltjes lahir pada tahun 1952 dan menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 72 tahun. Kepergiannya disebabkan oleh sakit yang dideritanya. Selama kariernya, Rudy dikenal sebagai pemain yang berdedikasi dan berkontribusi besar terhadap perkembangan sepak bola di Indonesia.
Keberadaan Rudy Keltjes dalam sejarah sepak bola Indonesia tidak hanya dikenang oleh rekan-rekan setimnya, tetapi juga oleh seluruh penggemar yang mencintai olahraga ini. Warisan yang ditinggalkannya akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
Franz Beckenbauer Indonesia
Ruddy Keltjes tidak hanya dikenal sebagai pemain sepak bola yang berbakat, tetapi juga memiliki pengalaman sebagai pelatih di tingkat nasional. Pada tahun 2014, ia dipercaya untuk memimpin Timnas Indonesia U-19, menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan talenta muda di tanah air.
Meski pernah ditawari untuk melatih Timnas Indonesia pada tahun 2016, Keltjes memilih untuk menolak kesempatan tersebut. Keputusan ini menambah catatan unik dalam perjalanan kariernya di dunia sepak bola.
Selama kariernya di level klub, Ruddy Keltjes membela beberapa tim besar di Indonesia, termasuk Persebaya, Niac Mitra, Persipura Jayapura, dan PSM Makassar.
Kualitas permainan Keltjes membuatnya menjadi salah satu pemain yang diperhitungkan di liga Indonesia. Pada era Galatama, ia sering dibandingkan dengan legenda sepak bola dunia, Franz Beckenbauer, yang dikenal sebagai bek modern pertama. Kualitas Keltjes sebagai pemain tidak hanya terbatas pada posisi bek, tetapi ia juga mampu berperan sebagai gelandang, menambah fleksibilitas dalam permainan tim.