Liputan6.com, Jakarta Banjir di Gurun Sahara baru-baru ini menjadi fenomena langka yang menarik perhatian banyak orang. Foto yang menunjukkan air menggenangi hamparan pasir Sahara. Tepatnya didekat Rachidia, Maroko tenggara, Rabu, 2 Oktober 2024, banjir ini menjadi sorotan setelah badai besar melanda. Air mengalir deras di antara kastil gurun dan tanaman gurun yang biasanya kering.
Advertisement
Hujan tersebut tergolong jarang terjadi, terutama dalam volume besar dalam waktu singkat. Berdasarkan pengamatan satelit NASA, air yang deras mengisi Danau Iriqui, yang telah kering selama 50 tahun. Ini adalah pemandangan yang belum pernah disaksikan oleh generasi saat ini di kawasan gurun tersebut.
Badai ini disebut sebagai badai ekstra tropis oleh para ahli meteorologi. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berdampak pada perubahan pola cuaca di masa depan. Udara yang lebih hangat menampung lebih banyak uap air, memicu lebih banyak badai di wilayah tersebut.
Di komunitas gurun, penduduk dan wisatawan menyaksikan momen bersejarah ini dengan takjub. "Sudah 30 hingga 50 tahun sejak hujan sebesar ini terjadi," ujar Houssine Youabeb dari Direktorat Jenderal Meteorologi Maroko dikutip Liputan6.com dari AP News, Senin (14/10/2024).