Liputan6.com, Jakarta - Minat anak muda untuk belajar bermain gitar dinilai kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kemudahan mengakses tutorial melalui media sosial hingga banyaknya konten musik digital disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan gitar kelas pemula.
Fenomena tersebut dirasakan produsen alat musik asal Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) Artisan Guitar Indonesia yang mengaku permintaan gitar akustik untuk pemula terus meningkat dan menjadi kontributor terbesar terhadap bisnis mereka.
Advertisement
General Manager Artisan Guitar Indonesia Panji Nata Kusuma mengatakan, sebagian besar pembeli berasal dari kalangan pelajar dan masyarakat yang baru mulai belajar bermain gitar.
"Produk yang paling banyak dicari saat ini adalah gitar akustik untuk pemula. Permintaannya cukup tinggi karena harganya terjangkau dan bisa digunakan oleh berbagai kalangan, terutama pelajar maupun masyarakat yang baru belajar bermain gitar," ujar Panji.
Menurut dia, perubahan pola belajar musik ikut mempengaruhi peningkatan minat masyarakat terhadap alat musik. Jika sebelumnya belajar gitar lebih banyak dilakukan melalui kursus, kini banyak pemula memanfaatkan video tutorial di media sosial maupun platform digital.
"Kami melihat perkembangan pasar gitar pemula cukup positif. Kemudahan akses tutorial membuat semakin banyak anak muda tertarik mencoba belajar gitar," ucap Panji.
Gunakan Media Sosial
Panji mengatakan, meningkatnya permintaan tersebut turut mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan. Sejak berdiri pada 2021, Artisan Guitar Indonesia mencatat rata-rata pertumbuhan sekitar 40 persen setiap tahun.
"Hingga kini, perusahaan telah menjual lebih dari 500 ribu produk, mulai dari gitar, ukulele, cajon hingga berbagai aksesori musik," ucap dia.
Menurut Panji, untuk memenuhi kebutuhan pasar, Artisan memproduksi sekitar 4.000 hingga 5.000 unit gitar dan aksesori setiap bulan.
"Penjualan didominasi melalui marketplace dengan kontribusi sekitar 80 persen, sedangkan sisanya berasal dari website resmi, toko offline, dan jaringan reseller," terang dia.
Panji menyebut, media sosial kini tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga berperan dalam membangun minat masyarakat terhadap musik. Banyak calon pembeli yang mengenal produk melalui konten digital sebelum akhirnya memutuskan membeli.
"Media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap penjualan. Selain menjadi media pemasaran, platform digital juga membantu masyarakat yang ingin belajar bermain gitar sehingga minat terhadap alat musik ikut meningkat," kata dia.
Saat ini, lanjut Panji, produk Artisan Guitar Indonesia telah dipasarkan ke hampir seluruh provinsi di Indonesia. Ke depan, menurut dia, perusahaan berencana memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal ke pasar internasional.
"Kami melihat industri gitar lokal masih memiliki peluang besar untuk berkembang. Fokus kami adalah terus berinovasi, menjaga kualitas produk, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, dan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar," tutup Panji.