Liputan6.com, Jakarta- Timnas Indonesia U-20 sukses mengejutkan Argentina dalam laga perdana Seoul Earth on Us Cup 2024 yang digelar di Stadion Mokdong, Seoul, Korea Selatan pada Rabu (28/8/2024) sore WIB. Skuad racikan Indra Sjafri unggul 2-1 meski sempat tertinggal di babak pertama, berkat gol Kadel Arel dan penalti Maouri Ananda.
Menilik jalannya laga, Argentina sejatinya langsung tampil menekan sejak awal babak pertama. Tim muda Albiceleste coba membobol cepat gawang Indonesia melalui aksi Tomas Bernardoni, tetapi skuad Garuda Nusantara diselamatkan offside.
Advertisement
Argentina terus mendominasi penguasaan bola hingga pertandingan berjalan 15 menit lebih. Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-17 setelah Mirko Juarez menuntaskan umpan Rodrigo Stocco lewat sundulan.
Ada di posisi tertinggal, Timnas Indonesia U-20 coba membalas Argentina. Dony Tri Pamungkas dan Riski Afrisal melakukan pergerakan untuk mendekati pertahanan tim muda Albiceleste tak lama berselang, tetapi upaya mereka masih mampu diadang pemain belakang lawan.
Malah Argentina yang nyaris mencetak angka kedua pada menit 27 usai Tomas Bernardoni menerima umpan dari rekannya. Beruntung eksekusi itu masih melebar dari gawang kawalan Ikram, sehingga skor 1-0 tetap bertahan.
Harapan mulai muncul memasuki 5 menit akhir babak pertama waktu normal. Garuda Nusantara mendapat peluang set piece berupa tendangan bebas, tetapi gagal dimaksimalkan Dony Tri Pamungkas.
Kesempatan menyeimbangkan kedudukan kembali menghampiri Indonesia saat injury time. Akan tetapi, kali ini giliran Tony Firmansyah yang gagal memanfaatkan peluang usai sepakannya melebar dari gawang lawan. Skor 1-0 tak berubah sampai turun minum.
Babak Kedua Timnas Indonesia U-20 vs Argentina
Timnas Indonesia U-20 coba menjawab Argentina di babak kedua. Pergantian pemain dilakukan, dengan pelatih Indra Sjafri memasukkan 3 nama: Marselinus Ama Ola, Muhammad Ragil, dan Maouri Ananda dari bench.
Hasilnya, Garuda Nusantara mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya yang mengejutkan Argentina. Salah satunya tercipta dari pergerakan Ola pada menit 64, di mana dia mengirim crossing yang coba dituntaskan oleh Dony Tri Pamungkas, tetapi tembakan on-target-nya masih mampu diblok Roseli.