Krisis Air Bersih Melanda Palembang

Warga Kecamatan Sukajaya, Palembang, terpaksa mencari air hingga ke kawasan kuburan Cina dan rawa-rawa. Padahal air yang diperoleh tidak layak diminum. Permintaan air bersih PDAM setempat meningkat.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Juni 2003, 01:27 WIB
Liputan6.com, Palembang: Kemarau panjang yang sudah berlangsung satu bulan mengakibatkan sejumlah daerah di Tanah Air kini kekurangan air bersih. Begitu pula yang dialami warga Kecamatan Sukajaya, Palembang, Sumatra Selatan, baru-baru ini. Warga di sana terpaksa mencari air hingga ke kawasan kuburan Cina dan rawa-rawa. Padahal air yang diperoleh di kawasan tersebut tidak layak diminum.

Untuk menyiasati masalah tersebut, warga menyaring terlebih dahulu supaya bisa dijadikan air minum. Wilayah paling parah yang mengalami krisis air bersih terjadi di Kelurahan Skip, Kenten, dan Kelurahan Sukarame.

Sejak kemarau, permintaan air bersih pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Musi meningkat. Warga membeli air eceran dari mobil tangki dan dirigen di loket pembayaran PDAM Sudirman. Tak heran apabila pemakaian air pun meningkat. Dalam kondisi normal, pemakaian paling tinggi sebesar 20 ribu kubik. Namun selama kemarau, permintaan air bersih meningkat sampai 50 ribu kubik per hari.

Sementara musim kemarau kali ini telah membuat para petani pusing tujuh keliling. Sekitar 1.500 hektare sawah di wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dilaporkan terancam gagal panen [baca: Ribuan Hektare Sawah Nganjuk Terancam Gagal Panen]. Pasalnya, Waduk Kedung Sengon yang merupakan satu-satunya penyedia air buat sumber irigasi wilayah tersebut sudah mengering. Volume air terus menurun menyusul curah hujan yang amat kecil di musim kemarau ini.(DEN/Ajmal Rokian)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya