Mitra Koperasi Mekar Jaya Mengaku Ditipu

Sebanyak 30 orang yang mewakili 600 mitra Koperasi Mekar Jaya itu memilih mengadu ke Denpom V Brawijaya. Alasannya, seorang anggota Kodam V dinilai membantu bos koperasi kabur membawa duit koperasi.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 Juni 2003, 06:27 WIB
Liputan6.com, Surabaya: Tentara adalah pelindung rakyat. Sayang, tak semua bisa berlaku ideal seperti itu. Buktinya, sebanyak 30 orang yang mengaku mewakili 600 mitra Koperasi Mekar Jaya malah mengadukan ulah seorang tentara ke Markas Detasemen Polisi Militer V Brawijaya di Jalan Hayam Wuruk, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/6). Menurut mereka, sosok berinisial SU berpangkat sersan mayor yang mengaku anggota Komando Daerah Militer V Brawijaya itu dengan sengaja melepaskan Wirawan Wijayanto, bos Koperasi Mekar Jaya yang kini raib membawa uang sekitar Rp 250-an miliar milik anggota koperasi. "Dia mengaku seorang mitra, yang juga anggota Kodam [Brawijaya] dan bertugas mengamankan Wirawan," kata seorang pelapor yang mengaku bernama Andi Jusuf.

Menurut para pelapor yang hadir dengan menumpang sepeda motor itu, kasus penipuan berkedok koperasi ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Kepolisian Daerah Jatim pada 14 Mei silam. Alasannya, kala itu bunga plus uang pokok anggota koperasi belum dapat dicairkan. Setelah sejumlah anggota koperasi berhasil menemui dan meminta pertanggungjawaban Wirawan, muncullah SU. Tentara itu langsung menggiring Wirawan dengan dalih bakal membawanya ke Markas Polda Jatim. Namun, hingga masalah ini dilaporkan ke Denpom V Brawijaya, bos Mekar Jaya malah buron dan tak jelas batang hidungnya sampai sekarang. "Kenyataannya sampai saat ini Wirawan escape, melarikan diri," kata Andi.

Saat ini, Kantor Koperasi Mekar Jaya di Jalan Bendul Merisi, Surabaya, terlihat dalam keadaan kosong. Tak tampak satu kegiatan pun di dalam kantor yang berdiri sejak 1999 lampau. Sementara itu Kepala Penerangan Kodam V Brawijaya Letnan Kolonel TNI Kris Setiyono yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya masih menyelidiki sosok SU yang disebut-sebut anggota Kodam V Brawijaya tersebut.

Kasus penipuan sejenis sudah berulang kali terjadi di Kota Pahlawan. Pada awal Mei silam, puluhan nasabah PT Pohon Mas pun pernah mendatangi Markas Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya untuk mengadukan kasus penipuan yang dilakukan perusahaan [baca: Nasabah Pohon Mas Mendatangi Polwiltabes Surabaya]. Saat itu, bos perusahaan bisnis multilevel marketing tersebut pun menghilang membawa kabur duit miliaran rupiah.(BMI/Bambang Ronggo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya