Turki Andalkan Pemain ke-12 pada Laga Pembuka Euro 2024

Turki bersiap untuk memulai petualangan mereka di Euro 2024 dengan semangat tinggi dan dukungan penuh dari para penggemar setianya.

oleh Rossa Izza AmaliaDiterbitkan 18 Juni 2024, 20:00 WIB
Pemain Turki, Cenk Tosun (bawah) melakukan selebrasi bersama rekannya setelah mencetak gol keempat timnya ke gawang Latvia pada laga Grup D Kualifikasi Euro 2024 di Konya Buyuksehir Belediye Stadium, Konya, Turki, Senin (16/10/2023) dini hari WIB. Tosun berhasil mencetak dua gol pada laga ini. Sementara dua gol lainnya dicetak oleh Yunus Agun (58') dan Muhammed Kerem Akturkoglu. (AFP/Ozan Kose)

Liputan6.com, Jakarta - Turki bersiap untuk memulai petualangan mereka di Euro 2024 dengan semangat tinggi dan dukungan penuh dari para penggemar setianya. Dalam pertandingan pembuka Grup F melawan Georgia di Signal Iduna Park, Selasa (18/6/2024) malam WIB, Hakan Calhanoglu dan kawan-kawan berharap dapat memanfaatkan besarnya populasi Turki di Jerman untuk menciptakan suasana yang mendukung kemenangan.

Gelandang Salih Ozcan, yang lahir di Koln dari keluarga Turki dan bermain untuk Borussia Dortmund, merasa sangat optimis tentang keuntungan beraksi di Jerman.

"Ini benar-benar sebuah keuntungan besar bagi kami untuk bermain di Jerman. Ini akan terasa seperti pertandingan kandang bagi kami," kata Ozcan pada konferensi pers.

Ozcan menekankan pentingnya dukungan dari para penggemar untuk mendorong Timnas Turkimeraih kemenangan. "Saya percaya bahwa kami harus menggunakan ini sebagai keuntungan bagi tim, tetapi untuk itu kami tetap harus berjuang di lapangan," katanya.

"Kami mesti tampil positif sejak awal sehingga suporter bersemangat. Jadi, saya mendorong semua penggemar Turki untuk datang dan membuat keributan. Dan saya berjanji kami akan menghormati bendera tersebut sampai akhir," sambung Ozcan.


Koneksi Emosional dan Identitas

Para penonton mengibarkan bendera Turki pada laga Grup D Kualifikasi Euro 2024 antara Turki melawan Latvia di Konya Buyuksehir Belediye Stadium, Konya, Turki, Senin (16/10/2023) dini hari WIB. Turki berhasil menang dengan skor 4-0. (AFP/Ozan Kose)

Salih Ozcan menunjukkan emosi yang mendalam ketika menjelaskan keputusannya untuk bermain bagi Turki meski lahir di Jerman. Baginya, warisan dan akar keluarganya sangat kuat, membuat pilihannya menjadi mudah.

"Saya lahir dan besar di Jerman tapi saya merasa seperti orang Turki, ini masalah identitas. Pertandingan ini akan menjadi hadiah besar bagi masyarakat Turki dan saya yakin ini akan menjadi pertandingan yang sangat penting bagi saya,” kata Ozcan.

Ozcan, yang merasa berada di rumah ketika bermain di Signal Iduna Park, sangat menantikan untuk melihat para penggemar Turki memadati stadion dan memberikan dukungan penuh.

"Ini adalah rumah saya dan saya bermain di sini setiap akhir pekan. Jadi saya sangat menant melihat Tembok Kuning (tribune stadion) berwarna putih dan merah Turki," tambahnya dengan penuh semangat.


Strategi dan Fokus Tim

Momen Timnas Jerman (jersey putih) dikalahkan Turki pada Kualifikasi Euro 2024 hari Minggu (19/11/2023) dini hari WIB. (Ronny HARTMANN / AFP)

Manajer Turki Vincenzo Montella juga menyadari betapa pentingnya dukungan dari para penggemar selama turnamen. Namun, ia menekankan bahwa timnya harus tetap fokus dan mengendalikan emosi agar tidak membuat kesalahan yang bisa merugikan.

Lanjut Baca:

"Kami harus bersabar. Kami harus tetap terorganisir sepanjang waktu. Kami harus bermain disiplin agar tidak membuat kesalahan konyol. Jika kami mengikuti rencana, saya yakin kami akan membuat bangga fans kami," kata pelatih asal Italia itu. Montella mengingatkan bahwa pertandingan melawan Georgia hanyalah langkah awal dalam grup yang sangat kompetitif, di mana mereka juga akan menghadapi tim-tim kuat seperti Portugal dan Republik Ceko. "Kami harus siap untuk setiap pertandingan, bukan hanya melawan Georgia. Setiap poin sangat berharga di grup ini," tambahnya.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya