Indonesia masuk menjadi salah satu negara dengan perkembangan perekonomian yang cukup baik. Hal ini menjadikan Indonesia meraih peringkat ke-3 sebagai negara yang menjadi tujuan investasi bagi dunia internasional.
"Dari survey yang pernah kita lakukan, Indonesia hingga saat ini masih sebagai negara ketiga untuk tujuan investasi internasional setelah China dan India," ujar Direktur Corporate Banking PT Bank Mandiri Tbk, Fransisca Nelwan Mok di Jakarta, Senin (15/4/2013).
Meski begitu, dia mengakui itu bukan berarti Indonesia menjadi negara yang tanpa masalah. masih ada permasalahan serius dalam dunia perbankan yang mesti dicermati terkait dengan daya saing perbankan nasional yang masih kalah jika dibandingkan bank-bank negara lain seperti Singapura dan Malaysia.
"Hal itu karena basic recuirement masih rendah, edukasi yang kurang, inefisiensi infrastruktur," tutur dia.
Seperti saat ini, Bank Mandiri terus mengembangkan inovasi demi memfasilitasi 12 juta nasabah agar lebih efisien.
Sebagai bank yang menyerap kreditur terbanyak dari seluruh perusahaan BUMN untuk cabang luar negeri, Bank Mandiri menjadi satu-satunya perusahaan bank yang memiliki kantor resmi di China.
"Saat ini Mandiri menjadi satu-satunya bank milik Indonesia yang memiliki lisensi kantor cabang di China, hal ini salah satunya untuk memfasilitasi para nasabah corporate kami yang mengembangkan bisnisnya disana," lanjut Siska.
Menyinggung prospek ekonomi Indonesia ke depan, Siska optimistis Indonesia akan terus berkembang dan tetap menjadi tujuan utama investasi di kancah Internasional.
"Kedepannya Indonesia pasti akan terus berkembang. Dengan kondisi seperti saat ini saja sudah diminati banyak investor, apalagi kalau sudah lebih maju,"katanya. (Yas/Nur)
"Dari survey yang pernah kita lakukan, Indonesia hingga saat ini masih sebagai negara ketiga untuk tujuan investasi internasional setelah China dan India," ujar Direktur Corporate Banking PT Bank Mandiri Tbk, Fransisca Nelwan Mok di Jakarta, Senin (15/4/2013).
Meski begitu, dia mengakui itu bukan berarti Indonesia menjadi negara yang tanpa masalah. masih ada permasalahan serius dalam dunia perbankan yang mesti dicermati terkait dengan daya saing perbankan nasional yang masih kalah jika dibandingkan bank-bank negara lain seperti Singapura dan Malaysia.
"Hal itu karena basic recuirement masih rendah, edukasi yang kurang, inefisiensi infrastruktur," tutur dia.
Seperti saat ini, Bank Mandiri terus mengembangkan inovasi demi memfasilitasi 12 juta nasabah agar lebih efisien.
Sebagai bank yang menyerap kreditur terbanyak dari seluruh perusahaan BUMN untuk cabang luar negeri, Bank Mandiri menjadi satu-satunya perusahaan bank yang memiliki kantor resmi di China.
"Saat ini Mandiri menjadi satu-satunya bank milik Indonesia yang memiliki lisensi kantor cabang di China, hal ini salah satunya untuk memfasilitasi para nasabah corporate kami yang mengembangkan bisnisnya disana," lanjut Siska.
Menyinggung prospek ekonomi Indonesia ke depan, Siska optimistis Indonesia akan terus berkembang dan tetap menjadi tujuan utama investasi di kancah Internasional.
"Kedepannya Indonesia pasti akan terus berkembang. Dengan kondisi seperti saat ini saja sudah diminati banyak investor, apalagi kalau sudah lebih maju,"katanya. (Yas/Nur)