Liputan6.com, Jakarta Bali International Film Festival (Balinale) akan digelar pada 1-7 Juni 2024 di Cinepolis Plaza Renon, Denpasar. Cinepolis akan menjadi lokasi utama untuk program film festival, sementara InterContinental Bali Sanur Resort akan menjadi tempat berlangsungnya berbagai program festival lainnya. Tujuan utama adalah menjadikan Sanur sebagai pusat industri perfilman dan hiburan berskala global.
Selama 17 tahun, Balinale telah menjadi festival utama bagi film-film Indonesia serta ratusan film internasional. Setiap tahun, ribuan penggemar film dengan penuh antusias menantikan festival ini. Penyelenggaraan tahun ini menjanjikan kelanjutan tradisi yang mencerahkan pikiran dan membuka hati melalui pilihan 60 film dari berbagai genre dan 25 negara. Dari jumlah tersebut, 45 film akan tayang perdana di Balinale.
Advertisement
Beberapa film yang akan ditayangkan di Balinale 2024 antara lain:
- Point of Change - Rebecca Coley, United Kingdom
- Othelo, The Great - Lucas H. Rossi dos Santos, Brazil
- The Gospel of The Beast - Sheron Dayoc, Philippines
- Daaaaaali! - Quentin Dupieux, France
- And That's for This Christmas - Peter Vulchev, Bulgaria
- The Steak - Kiarash Dagar Mohebi, Iran
- Dhvani - The Sound Around - Anurag Dwivedi, India
- I’m Hip - John Edward Musker, United States
- The Architecture of Love - Teddy Soeriaatmadja, Indonesia
Untuk daftar lengkap film-film yang akan ditayangkan, silakan kunjungi www.balinale.com.
Tiket
Festival Pass bisa diperoleh melalui Online Travel Experience Partner Balinale, Pelago. Selain itu, pembelian tiket individual dan pass dapat dilakukan melalui Online Ticketing Partner, Loket.
Balinale dikenal secara internasional karena keragaman program dan kekuatan program filmnya dalam mendorong pertumbuhan budaya dan nilai-nilai komersial di Indonesia.
Diskusi dan Seminar
Program acara diskusi dan seminar akan menjadi bagian dari Bali Film Forum (BFF) yang digelar setiap tahun. Di acara ini, berbagai topik tentang industri perfilman akan dibahas dalam satu panel bersama pembicara terkemuka. Panel ini akan mencakup perwakilan pemerintah sebagai pengambil kebijakan, para investor, dan filantropis yang tertarik berinvestasi di industri perfilman. Kehadiran para produser dan sutradara yang mewakili gelombang baru industri perfilman Asia menjadikan BFF sebagai forum yang sangat dinanti dan dinamis.