Jadi Tulang Punggung Indonesia di Multievent, Wushu Bakal Hadapi Tantangan Makin Berat

Wushu Indonesia selama ini kerap memberikan prestasi membanggakan. Namun tantangan ke depan akan semakin berat dengan berkembangnya negara-negara tetangga.

oleh ThomasDiterbitkan 29 Mei 2024, 06:00 WIB
Atlet wushu Indonesia, Harris Horatius saat berlomba di nomor men’s nanquan dan nangun all-around Asian Games 2022 di XSG Sports Centre, Hangzhou, China, Selasa (26/9/2023). Raihan medali emas Harris Horatiu menjadi loncatan besar setelah sebelumnya ia hanya menempati peringkat ke-9 pada Asian Games 2018 lalu. (NOC Indonesia/Tetuko Mediantoro)

Liputan6.com, Jakarta- Cabang olahraga wushu menghadapi tantangan yang cukup berat pada masa yang akan datang. Pasalnya wushu yang saat ini masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) program Kemenpora sehingga harus terus memberikan prestasi di kejuaraan internasional.

Hal ini disampaikan langsung Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Airlangga Hartarto saat membuka Rakernas Wushu dan Kickboxing di Artotel Gelora Senayan Jakarta, Selasa 28 Mei 2024. Airlangga menekankan pentingnya pembinaan agar prestasi wushu terus terjaga di masa mendatang. Sebab persaingan juga akan semakin sengit di masa mendatang.

“Tugas kita selalu melakukan pembinaan untuk memajukan wushu dan kickboxing. Ke depan, tentu semakin berat tantangannya karena olahraga ini sudah dikenal di ASEAN yang sering meraih medali,” kata Airlangga.

Selama mengikuti berbagai event, para atlet wushu Indonesia memang tampil maksimal dan kerap mengibarkan Merah-Putih, mulai ajang SEA Games, Asian Games hingga Kejuaraan Dunia.

“Negara lain selalu memuji kita, Indonesia jadi benchmark karena sering meraih medali. Sebagai ketua umum, saya bangga dengan capaian para atlet. Di SEA Games (Kamboja) kita meraih 6 medali emas, 6 perak dan 2 perunggu,” jelas Airlangga.

Di ajang Asian Games pun juga sama. Wushu Indonesia berhasil membawa pulang satu emas, dua perak dan dua perunggu. “Kita juga meloloskan 15 atlet untuk ajang World Cup Taolu dan Sanda,” ujar Airlangga.

Diketahui, 15 atlet tersebut telah memiliki tiket hasil dari keikutsertaan mereka pada Kejuaraan Dunia di Texas, Amerika Serikat pada tahun lalu.

Mereka berhak tampil di World Cup Taolu di Yokohama Jepang pada 24-28 Oktober 2024 dan World Cup Sanda di Australia pada 22-25 November 2024 mendatang.


Atlet Wushu Indonesia Dapat Perhatian

Menpora mendampingi Airlangga Hartarto membukas Rakernas Wushu 2024

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa para atlet berprestasi akan selalu diperhatikan, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga kesejahteraannya.

“Mereka yang masih sekolah kita dorong dapat beasiswa LPDP. Ini sudah dibicarakan dengan Bu Menkeu (Sri Mulyani) dan perlu dikawal. Nantinya setelah lulus diharapkan bisa kerja,” terang Airlangga.

Lanjut Baca:

“Dari kesehatan, para atlet ini rentan cedera dan harus kita jaga, termasuk jaga kesejahteraan. Ini bentuk apresiasi kepada mereka yang sudah memberikan prestasi untuk Indonesia,” imbuhnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya