Liputan6.com, Jakarta - Randy Pangalila, aktor yang kini juga dikenal sebagai pegiat olahraga, akan unjuk kemampuannya dalam laga tinju kontra Jekson Karmela alias Kkajhe dengan aturan kickboxing. Tak sembarangan, Randy harus melawan Kkajhe yang berlatar belakang sebagai seorang atlet PON Muay Thai dengan segudang prestasi.
Duel panas antara Randy Pangalila kontra Kkajhe itu akan menjadi main event ajang tinju Byon Combat Showbiz Vol. 3 yang rencananya akan digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 22 Juni mendatang.
Advertisement
Diakui Randy, Kkajhe bukanlah lawan yang mudah, tetapi ia merasa sang atlet adalah lawan yang sepadan meskipun dirinya tidak memiliki latar belakang yang sama.
“Gue selebritis, gue bertarung dua kali di MMA, kalo sekarang gue mau fight lagi, mau lawan selebriti siapa? Nobody wants to fight me in celebrity world,” kata Randy Pangalila dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (6/5/2024).
Ayah dua anak itu juga membeberkan alasan mengapa dirinya bersedia bertarung melawan Kkajhe di ring. “Kalo memang gue harus fight lagi, I have to fight someone yang memang punya skill dan berani kita adu skill di atas arena, which is Jekson Karmela,” paparnya.
Pilih Main Cantik Tanpa Target
Saat ditanyai perihal target melumpuhkan lawan, Randy mengungkapkan ia tidak bisa menentukan hasil pertarungannya di ring. Pesinetron Cinta Fitri itu hanya bisa memastikan akan bermain cantik dan bagus. Namun, apabila ada peluang menjatuhkan lawan, Randy tak akan segan untuk memanfaatkannya.
“Aku mau main cantik, aku mau main bagus. Soal bagaimana hasilnya di atas arena aku nggak bisa tentukan, yang pasti aku akan terus bermain cantik. Memang jika ada bukaan opportunity aku akan ambil,” tutur pria berusia 33 tahun itu.
Namun, ia mengaku tidak akan memaksakan keadaan apabila tidak ada peluang. Pemain Takdir Cinta yang Kupilih itu enggan mengumbar janji-janji manis yang menurutnya hanya sebuah psywar.
“Tapi kalo memang tidak, aku tidak akan kejar untuk kayak sesumbar, ‘oh aku akan menang KO di ronde satu’, menurutku itu adalah psywar yang tidak ada otentiknya,” imbuhnya.