Pengungsi Sanggau Ledo Minta Bantuan

Mereka menuntut persamaan hak dengan pengungsi Sambas, Kalbar yang mendapat bantuan dana Rp 5 juta setiap KK. Lebih dari lima tahun nasib mereka tidak jelas dan terpaksa hidup berpindah-pindah.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Juni 2003, 13:55 WIB
Liputan6.com, Pontianak: Sebanyak 1.600 kepala keluarga eks pengungsi Madura, Jawa Timur, korban kerusuhan Sanggau Ledo pada 1997, mendatangi Kantor Gubernur Kalimantan Barat di Pontianak, Rabu (4/6). Mereka menuntut persamaan hak dengan pengungsi Sambas, Kalbar yang mendapat bantuan dana pemberdayaan pengungsi sebesar Rp 5 juta setiap kepala keluarga dari pemerintah daerah setempat. Pemda Kalbar menyatakan, akan membahas tuntutan pengungsi dengan pemerintah pusat karena masalah pengungsi 1997 ini telah dianggap selesai.

Ribuan KK eks pengungsi korban kerusuhan antaretnis enam tahun silam itu kini bermukim di berbagai tempat di Kabupaten Pontianak. Mereka mengaku merasa dianaktirikan karena tidak mendapat dana bantuan pemberdayaan pengungsi seperti yang diterima para pengungsi korban kerusuhan Sambas. Padahal mereka juga berstatus sebagai pengungsi korban kerusuhan antaretnis. Para pengungsi ini menyatakan, lebih dari lima tahun nasib mereka tidak jelas dan terpaksa hidup berpindah-pindah.

Tuntutan eks pengungsi Sanggau Ledo ini tentu bakal membuat pemda setempat pusing. Pasalnya, mereka sendiri belum mencairakan dana bantuan untuk para pengungsi Sambas [baca: Pengungsi Sambas Menyerbu Kantor Bappeda Kalbar]. Bahkan, janji itu sempat ditagih ratusan pengungsi korban kerusuhan Sambas yang tinggal di luar barak di Kota Singkawang. Mereka meminta Pemda Kalbar supaya segera mencairkan dana pemberdayaan pengungsi.(DEN/Amin Alkadrie)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya