Cegah Penyebaran Nyamuk DBD, Museum Tekstil Jakarta Diasapi

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 30 April 2024, 17:35 WIB
Cegah Penyebaran Nyamuk DBD, Museum Tekstil Jakarta Diasapi
Pengasapan ini untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk yang menyebabkan Demam Berdarah (DBD). Pengasapan juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung museum tersebut. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat, terdapat 3.875 kasus demam berdarah dengue (DBD) dalam periode Januari-April 2024. Masyarakat diminta waspada dan menerapkan pola 3M, yakni menguras penampungan air, menutup, dan mengubur guna menghentikan pengembangbiakan nyamuk demam berdarah.
Petugas Puskesmas Palmerah melakukan pengasapan (fogging) untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk Aedes Aegypti di Museum Tekstil, Jakarta, Selasa (30/4/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengasapan ini untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk yang menyebabkan Demam Berdarah (DBD). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengasapan juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung museum tersebut. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat, terdapat 3.875 kasus demam berdarah dengue (DBD) dalam periode Januari-April 2024. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Dari jumlah tersebut, per tanggal 16 April 2024, ada enam orang meninggal dunia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Peningkatan kasus DBD terjadi sejak awal tahun 2024. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi mengatakan pihaknya telah melakukan upaya pengasapan (fogging) di sejumlah tempat untuk membunuh nyamuk pembawa penyakit DBD. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Masyarakat diminta waspada dan menerapkan pola 3M, yakni menguras penampungan air, menutup, dan mengubur guna menghentikan pengembangbiakan nyamuk demam berdarah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya