Liputan6.com, Jakarta - Aris (30) adalah kepala desa yang ingin berkuasa lagi untuk periode kedua. Dia mengerahkan anak buahnya untuk melakukan segala cara untuk menjegal lawan politiknya. Lawan pertama, herman (40), anak perempuannya yang bernama Heni (17) diculik dan diancam. Lawan kedua, Lilis (37), rumah orangtuanya diteror dengan bom molotov sehingga terbakar.
Lalu dia dipaksa untuk mengalah. Sementara itu Aris juga telah menyuap sejumlah panitia pemilihan, mulai dari perangkat desa, pengurus lembaga kemasyarakatan, hingga tokoh masyarakat! Semuanya ia kerahkan demi pemenangan dirinya.
Advertisement
Dia memang punya banyak uang dari bisnis ilegalnya selama ini. Ada warung remang-remang yang jual arak produk lokal, judi keprok khas kampung, sampai investasi bodong berkedok bisnis perkebunan! Akhirnya Aris menang lagi jadi kepala desa. Dia merayakan kemenangan itu di rumahnya. Hadir dua tangan kanannya yang menjadi orang kepercayaannya untuk melakukan berbagai eksekusi, yaitu Heri (35) dan Iwan (35). Mereka senang-senang, banyak ketawa, dan berakhir dengan mabuk.
Melihat itu warga yang sudah muak dengan semua kezaliman Aris lapor ke orang paling sepuh di kampung yang biasa dipanggil Abah (50). Dulunya dia adalah seorang jawara yang disegani. Tapi sekarang sudah uzur dan sakit-sakitan. Awalnya abah menolak.
Dia sudah tidak mau lagi terlibat dunia politik. Ingin fokus ibadah. Tapi seorang warga mengingatkan, berkata jujur kepada pemimpin zolim adalah juga ibadah. Esoknya abah bersama warga mendatangi kediaman Aris . Saat itu heri sedang setoran hasil jualan arak. Sedangkan iwan setoran hasil judi keprok.
Sebenarnya istri Aris sendiri, Endang (27), yang baru punya anak masih bayi, tidak setuju dengan cara-cara yang dilakukan oleh suaminya. Tapi setiap kali ia mengingatkan selalu berakhir dengan adu mulut.
Bahkan kadang Aris main fisik dengan menampar pipinya. Endang seperti berada di sangkar emas. Harta berlimpah tapi hati gelisah. Melihat kedatangan abah dan warga ke rumah, endang merasa takut bakal terjadi sesuatu. Dia bersiap jika sewaktu-waktu terjadi chaos, dia sudah dalam perjalanan meninggalkan rumah dan pindah ke rumah orangtuanya.