Liputan6.com, Jakarta: Bermula dari niat memasyarakatkan budaya lokal lewat keramik, seniman F. Widayanto mulai berkarya sejak dua dasawarsa silam. Widayanto menciptakan keramik dalam berbagai bentuk yang bernilai seni tinggi sekaligus fungsional. Kini karyanya, seperti patung, souvenir, peralatan rumah tangga, dan perlengkapan kamar mandi tak hanya dapat dinikmati warga Indonesia. Masyarakat internasional, seperti Jepang, Kanada, dan Yordania juga dapat menikmatinya.
Widayanto mulai mengeksplorasi karya-karyanya pada 1983. Sejak itu, lulusan Institut Teknologi Bandung ini tetap konsisten menggarap tema budaya, alam, flora, dan fauna Indonesia. Widayanto mengaku keramik yang dihasilkannya harus mencerminkan pribadinya. "Tak terbatas hanya pada benda kerajinan saja. Tapi juga pada benda yang mempunyai nilai lebih, yaitu art," ujar dia. Keringat Widayanto tak sia-sia. Pria ini sempat menggaet penghargaan dari dalam dan luar negeri.
Karya seni yang dihasilkan Widayanto berupa hasil kerajinan tangan atau hand made. Karena itu, produk-produk buatannya terkesan ekslusif dan punya daya tarik tersendiri. Buktinya, Suzie Usman, seorang kontraktor interior mengaku sangat puas dengan karya Widayanto. "Lebih detail dari yang lain dan pembakarannya lebih bagus," ujar Suzie. Saking cintanya, ia memakai produk Widayanto di sebuah cottage di Bandung, Jawa Barat.
Widayanto mengaku terinspirasi oleh budaya Indonesia yang banyak terpengaruh Hindu dan Islam. Jadi jangan heran jika ia selalu mengetengahkan tema-tema klasik antara lain, Loro Blonyo, Ganesha, Ukelan atau Ibu dan Anak. "Untuk Patung, setiap tahun sekali temanya selalu diubah. Tahun ini Dewi Sri," kata Widayanto yang mengaku lega melihat tingginya apresiasi masyarakat Indonesia terhadap seni.
Menurut Widayanto, hampir 90 persen karyanya berbahan baku lokal. Alhasil, peminat keramik ala Widayanto kebanyakan dari masyarakat domestik. "Jika berhasil, ini menandakan ada perkembangan apresiasi terhadap keramik dalam masyarakat kita," kata pria berkulit cokelat ini. Namun, tak menutup kemungkinan banyak warga asing yang berminat untuk membeli, memiliki, atau menjual kembali, meski tidak dalam jumlah besar. Karya Widayanto pun pernah digelar di sejumlah pameran di luar negeri. "Kalau orang asing ingin membeli sangat welcome," kata Widayanto yang koleksinya sangat terbatas ini.
Widayanto memiliki dua galeri, yakni Galeri Saniter di Jalan Panglima Polim dan di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Selain di galeri, produk-produk Widayanto juga dapat dijumpai di gerai-gerai sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta, Bogor, dan Bandung.
Keinginan Widayanto tak berhenti sampai di situ. Niat untuk memperkenalkan keramik lebih luas diwujudkan pria ini dengan membuka wisata keramik di Rumah Tanah Baru di kawasan Tanah Baru Beji, Depok, Jabar. Studio keramik ini bisa menjadi pilihan rekreasi keluarga yang menarik sambil melatih ketrampilan dasar membuat keramik. Widayanto juga menggelar open house setiap Sabtu dan Ahad pada pukul 10.00-16.00 WIB.(LIA/Tim Usaha Anda)
Contact person:
F. Widayanto
Rumah Tanah Baru
Jl. Curug Agung No.1
Tanah Baru, Beji, Depok, 15428
Telp: 021-775-7685 / 775-7686
Fax : 021-772-03294
Widayanto mulai mengeksplorasi karya-karyanya pada 1983. Sejak itu, lulusan Institut Teknologi Bandung ini tetap konsisten menggarap tema budaya, alam, flora, dan fauna Indonesia. Widayanto mengaku keramik yang dihasilkannya harus mencerminkan pribadinya. "Tak terbatas hanya pada benda kerajinan saja. Tapi juga pada benda yang mempunyai nilai lebih, yaitu art," ujar dia. Keringat Widayanto tak sia-sia. Pria ini sempat menggaet penghargaan dari dalam dan luar negeri.
Karya seni yang dihasilkan Widayanto berupa hasil kerajinan tangan atau hand made. Karena itu, produk-produk buatannya terkesan ekslusif dan punya daya tarik tersendiri. Buktinya, Suzie Usman, seorang kontraktor interior mengaku sangat puas dengan karya Widayanto. "Lebih detail dari yang lain dan pembakarannya lebih bagus," ujar Suzie. Saking cintanya, ia memakai produk Widayanto di sebuah cottage di Bandung, Jawa Barat.
Widayanto mengaku terinspirasi oleh budaya Indonesia yang banyak terpengaruh Hindu dan Islam. Jadi jangan heran jika ia selalu mengetengahkan tema-tema klasik antara lain, Loro Blonyo, Ganesha, Ukelan atau Ibu dan Anak. "Untuk Patung, setiap tahun sekali temanya selalu diubah. Tahun ini Dewi Sri," kata Widayanto yang mengaku lega melihat tingginya apresiasi masyarakat Indonesia terhadap seni.
Menurut Widayanto, hampir 90 persen karyanya berbahan baku lokal. Alhasil, peminat keramik ala Widayanto kebanyakan dari masyarakat domestik. "Jika berhasil, ini menandakan ada perkembangan apresiasi terhadap keramik dalam masyarakat kita," kata pria berkulit cokelat ini. Namun, tak menutup kemungkinan banyak warga asing yang berminat untuk membeli, memiliki, atau menjual kembali, meski tidak dalam jumlah besar. Karya Widayanto pun pernah digelar di sejumlah pameran di luar negeri. "Kalau orang asing ingin membeli sangat welcome," kata Widayanto yang koleksinya sangat terbatas ini.
Widayanto memiliki dua galeri, yakni Galeri Saniter di Jalan Panglima Polim dan di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Selain di galeri, produk-produk Widayanto juga dapat dijumpai di gerai-gerai sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta, Bogor, dan Bandung.
Keinginan Widayanto tak berhenti sampai di situ. Niat untuk memperkenalkan keramik lebih luas diwujudkan pria ini dengan membuka wisata keramik di Rumah Tanah Baru di kawasan Tanah Baru Beji, Depok, Jabar. Studio keramik ini bisa menjadi pilihan rekreasi keluarga yang menarik sambil melatih ketrampilan dasar membuat keramik. Widayanto juga menggelar open house setiap Sabtu dan Ahad pada pukul 10.00-16.00 WIB.(LIA/Tim Usaha Anda)
Contact person:
F. Widayanto
Rumah Tanah Baru
Jl. Curug Agung No.1
Tanah Baru, Beji, Depok, 15428
Telp: 021-775-7685 / 775-7686
Fax : 021-772-03294